Showing posts with label SAHAM.. Show all posts
Showing posts with label SAHAM.. Show all posts

Thursday, January 17, 2013

Indeks Saham Dibuka Melemah, Bergerak Mendatar


Minimnya sentimen positif membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan tipis hari ini. IHSG dibuka melemah tipis 1,632 poin atau sekitar 0,04 persen ke level 4.409,332, Kamis (17/1/2013). Indeks LQ45 dibuka sedikit lebih rendah, turun tipis 0,751 poin (0,10 persen) ke level 756,237.
Memasuki lima menit perdagangan, ambil untung terus mewarnai pergerakan indeks. Indeks pun melemah 5,956 poin (0,14 persen) ke level 4.405,008.
Indeks akan mencoba bertahan di level psikologis di atas level 4.400. Namun, hal itu juga tidak mengurangi tekanan ambil untung investor dan pelaku pasar di tengah minimnya sentimen positif hari ini.
Pada saat yang sama, volatilitas nilai tukar juga akan memengaruhi pergerakan indeks. Bursa-bursa di Asia pun bergerak variatif pagi ini. Indeks Nikkei 225 naik 69,94 poin (0,66 persen) ke level 10.670,38. Indeks Komposit Shanghai turun 7,00 poin (0,30 persen) ke level 2.302,50. Indeks Hang Seng naik 94,85 poin (0,41 persen) ke level 23.451,84. Indeks Straits Times menanjak 7,79 poin (0,24 persen) ke level 3.216,29.

Wednesday, January 9, 2013

Jelang Data Penting, Bursa Asia Tangguh


Sebagian besar pasar Asia terlihat bergerak naik dengan pasar Hong Kong yang menguat menjelang data perekonomian selanjutnya. Pasar regional mencatat sedikit penguatan setelah seluruh indeks Asia di luar Jepang sempat mencatat penurunan hingga 0.8% di hari Senin dan Selasa.
Musim earnings AS yang dimulai tadi malam (08/01) diawali dengan laporan dari Alcoa yang melampaui perkiraan untuk kuartal empat. Sementara fokus pasar Asia masih pada earnings Intel pekan depan, yang akan mempengaruhi saham teknologi di Asia. Data perekonomian utama wilayah Asia masih pada data perekonomian China. Besok (10/01), China akan merilis data perdagangan untuk bulan Desember, diikuti dengan data inflasi pada hari Jumat. Pasar China bergerak mix menjelang data dengan indeks Hang Seng +0.4%, Shanghai Composite -0.1%. Ping An Insurance (Group) Co. -1.8% di Hong Kong, sementara HSBC Holdings -0.4%, setelah melaporkan bahwa HSBC setuju untuk menjual saham senilai $9.4 miliar karena perusahaan nyaris bangkrut. 
Masih di Hong Kong, Aluminum Corp. of China +1.3% setelah Alcoa melaporkan earnings. Di pasar mata uang, Aussie melemah pasca rilis data retail sales yang turun 0.1% di bulan November, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan sebesar 0.3%. Aussie saat ini di $1.0495, dari $1.0518 menjelang data. Dolar AS menguat terhadap yen, di Y87.46 dibandingkan dengan Y87.06 hari Selasa malam di New York, mencatat sedikit penguatan setelah sempat melemah 0.9% terhadap yen tadi malam. Nikkei berhasil memangkas pelemahan sebelumnya setelah yen kembali melemah terhadap dolar. Nikkei naik 0.5%. Australia's S&P/ASX 200 +0.4%, didukung oleh saham defensif. Saham beryield tinggi diantaranya saham perbankan dan telekomunikasi membukukan gain. National Australia Bank +0.9% dan Telstra Corp. +0.7%. Saham pertambangan kembali terkoreksi setelah tadi malam harga bijih besi sempat menguat dan menghantarkan logam ke level tinggi 15 bulan. Penurunan saham bijih besi mensinyalkan bahwa beberapa partisipan pasar yakin bahwa kenaikan harga bijih besi tidak akan berlangsung lama. Fortescue Metals Group turun 0.3% dan Rio Tinto turun 0.1%. Kospi Korea Selatan naik 0.1%, sementara Indeks Straits Times Singapura naik 0.1%.

Thursday, January 3, 2013

Bursa Regional Bertahan Di Zona Positif


Pasar regional bergerak naik dan melanjutkan reli hari Rabu (02/01) setelah para pemangku kebijakan AS mencapai kesepakatan untuk mencegah fiscal cliff. S&P/ASX naik 0.7%, HSI +0.2%, Kospi -0.5%, Sensex +0.2%, dan STI +0.5%. 
Pasar Jepang dan China tutup untuk hari libur. Sementara dari pasar valuta, mata uang utama terpantau sedikit melemah setelah kemarin sempat reli saat kesepakatan tercapai. EUR/USD di 1.3148 dari 1.3186 hari Rabu malam di New York, EUR/JPY di 114.56 dari 115.04, dan USD/JPY di 87.28 dari 87.34. Menteri keuangan Korea Selatan mengatakan bahwa pemerintah akan mengeluarkan 60% dari ratifikasi anggaran nasional dalam kuartal paruh pertama tahun ini guna mendorong pertumbuhan eknomi di negara dengan ekonomi terbesar ke empat Asia di tengah pelambanan ekonomi global.
Kementrian akan memfokuskan diri pada penciptaan lapangan kerja, dukungan finansial untuk masyarakat miskin dan konstruksi umum dalam rencana pengeluarannya. Jumlah investasi asing langsung di Korea Selatan menyentuh rekor tinggi tahun lalu. Ini merefleksikan bertambahnya kepercayaan investor lepas pantai di negara dengan perekonomian terbesar ke empat dunia terkait mulai berlakunya perjanjian perdagangan bebas dengan AS dan peringkat hutang yang dinaikkan oleh beberapa lembaga pemeringkat internasional.
Investasi asing tahun 2012 tercatat mengalami peningkatan sebesar 18.9% menjadi $16.26 miliar, angka terbesar yang pernah dilaporkan dari $13.67 miliar di tahun 2011. Kenaikan terdorong oleh investasi dari China, AS dan Jepang. Harga emas naik menjadi $2.20 dari level penutupan NY menjadi $1,687.80/ons. Minyak Nymex kontrak Februari turun 29 sen menjadi $92.83/barrel.

Hang Seng Sukses Pertahankan Performa Gemilang


Hang Seng dibuka menguat sebesar 1.0% di 23.358. Kinerja Wall Street dengan Dow yang mencetak lompatan terbesar harian dalam lebih dari satu tahun turut mendorong performa bursa Hong Kong. 
Namun indeks juga harus mewaspadai beberapa aksi profit-taking yang mungkin terjadi setelah membukukan reli hingga 2.9% yang menghantarkan indeks berada di level tinggi 19 bulan. Pelemahan secara signifikan tampaknya tidak akan terjadi dikarenakan sebagian besar investor masih menunggu peluang untuk melakukan pembelian di level rendah. "Yang mengkhawatirkan saat ini adalah kondisi ekonomi China yang memburuk," jelas Mark To, kepala riset Wing Fung Financial.
Hang Seng sempat menyentuh level puncak di kisaran 25,000 di Q2 tahun 2012. Kemarin (02/01) Hang Seng ditutup di 23,311.98, untuk kali pertama berada di atas level psikologis sejak 2 Juni 2011. 50 saham blue chips berada di teritori positif dan 156 saham utama berada di level tinggi 52 pekan.

Kesepakatan Fiskal AS Pulihkan Selera Investor


Persetujuan anggaran di Amerika Serikat guna menghindari masalah jurang fiskal menghilangkan ketidakpastian pada pasar global dalam jangka pendek. Meskipun demikian, menurut riset Monex Investindo Futures, sejumlah analis masih cemas optimisme dapat memudar jika data ekonomi pekan ini mengecewakan.
Dollar AS dan yen melemah pada perdagangan di awal pekan ini setelah Pemerintah AS mencapai kesepakatan tepat waktu untuk menghindari kenaikan pajak dan pemangkasan belanja besar-besaran. Hal itu sekaligus mengikis permintaan untuk dollar AS dan yen sebagai mata uang safe haven.
Bursa saham AS melonjak pada hari Rabu (2/1/2013) menempatkan posisi indeks Dow jadi yang terbaik pada sesi pertama mereka di tahun baru sejak 2009. Ini seiring Wall Street menyambut kesepakatan dari negosiasi selama 11 jam untuk menghindari pemotongan anggaran dan kenaikan pajak dan memikirkan masalah defisit pada masa mendatang.
"Fokus selanjutnya akan memastikan apa yang akan terjadi dalam dua bulan ke depan dalam hal mengatasi anggaran dan dampak dari apa pun yang akan kita lakukan pada tingkat pertumbuhan PDB AS," kata Art Hogan, analis pasar di Lazard Capital Markets LLC.
Namun, Moody's Investor Service Inc mengingatkan bahwa kurang lanjutnya langkah-langkah pengurangan defisit dapat berdampak negatif pada peringkat kredit AS yang saat ini berada di level AAA dengan outlook negatif.
Satu hari setelah kongres sepakat untuk mencegah jurang fiskal, Moody's mengatakan bahwa diperkirakan debat fiskal dalam beberapa bulan mendatang untuk menghasilkan defisit anggaran yang lebih rendah pada masa mendatang.

Friday, December 28, 2012

Bursa China Masih Dalam Sinyal Hijau


Bursa China bergerak menguat dengan para investor yang membeli saham-saham perbankan dimana para analis mengatakan bahwa saham-saham tersebut memberikan dukungan kepada para petinggi untuk melakukan reformasi keuangan. Indeks bursa saham Shanghai naik 0.4% ke 2215.02 mengikuti pembukaan bursa yang bergerak flat dan diperkirakan akan menemui resistanve di level psikologis 2250.
“Bursa global masih kuat, sehingga pasar uang asing atau valas mengikuti pergerakan saham-saham utama”, dikatakan seorang analis dari Nanjing Securities, Zhou Xu. Saham-saham yang menguat antara lain saham China Construction Bank yang naik 0.9%, Bank of China yang naik 0.4% dan China Merchant Bank naik 1.0%. Indeks Shenzen bergerak naik 0.1% ke 863.88.

Asia Cemerlang di Akhir Pekan


Bursa-bursa saham Asia memperpanjang penguatannya hari ini (28/12), dipimpin oleh indeks utama Jepang.
Indeks Nikkei Jepang berhasil menembus rekor tertinggi tahun 2012, tepat setelah nilai tukar Yen melemah ke level yang terakhir kali tertembus dua tahun silam. Nikkei menguat 0.7%, Kospi Korea Selatan naik 0.3%, Taiex Taiwan bertambah 0.5% dan Straits Times Index Singapura naik 0.2%. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0.7% di tengah kenaikan harga komoditas. Sementara di Hong Kong, Hang Seng Index naik 0.2% dan Shanghai Composite Index meraup 0.3% untuk tetap bertahan di area positif tahun ini.
Sesaat setelah Dollar menguat ke atas level 86 terhadap Yen untuk kali pertama sejak Agustus 2012, sebagian besar saham eksportir Jepang langsung menguat. Nikkei memperpanjang rally-nya berkat penurunan nilai tukar Yen dalam beberapa pekan terakhir. Sharp Corp. naik 2%, Nikon Corp. meraih 2.3%, Honda Motor Co. bertambah 1.6% dan Mazda Motor Corp. melambung hingga 3.6%.
Di HongKong, saham-saham sekuritas memimpin kinerja indeks utama. Haitong Securities Co. menguat 0.8%, Haitong International Securities Group Co. rally hingga 3.1% dan China Everbright Ltd. naik 1.7%. Saham berbasis perbankan turut menyumbang gain penting, dipimpin oleh Bank of China Ltd, yang melonjak 0.9%. Sedangkan Bank of Communications Co. meraup 1% dan China Merchants Bank Co. melaba 1.7%. Hanya komponen penting Hang Seng Index, yakni HSBC Holdings PLC yang turun 0.2% setelah sahamnya menembus level tertinggi 2012 di awal pekan ini.
Di Seoul, Samsung Electronics Co. menguat 0.8% dan LG Display Co. kehilangan setengah persen di penghujung pekan. Koreksi juga dialami oleh saham dua produsen otomotif terbesar negeri ginseng, yaitu Hyundai Motor Co. dan Kia Motors Corp. yang masing-masing merugi 2% and 1.4%. Nikkei saat ini terpantau pada level 10405, Kospi bertengger di 265.90 dan Hang Seng tampak di 22721.

Makin Banyak Orang Tarik Modal dari Wall Street


Bursa saham Amerika Serikat (AS) telah mencatat pergerakan bullishsejak tahun 2009 silam. Namun di sisi lain, sesungguhnya kepercayaan investor terhadap kinerja produk ekuitas menurun setiap tahun.
Sepanjang 11 bulan pertama 2012, indeks acuan S&P 500 mencetak rally sebanyak 13% walaupun diterjang oleh banyak ketidakpastian ekonomi global. Akan tetapi sebuah penelitian menunjukkan bahwa investor perseorangan telah menarik modal dari lantai bursa dengan nilai total mencapai $152 miliar dalam 12 bulan terakhir. Lembaga yang meneliti tentang pergerakan modal masuk ke pasar saham, reksadana dan ETF asal Boston, EPFR Global, memeaparkan fakta tersebut beberapa saat lalu. EPFR menyatakan bahwa tahun 2012 adalah tahun ke-tiga di mana penarikan modal investor dari produk reksadana saham dan ETF mencapai lebih dari $150 miliar.
Kinerja saham yang apik sejauh ini lebih banyak disebabkan oleh aksi beli investor institusi, seperti hedge funds dan pengelola dana pensiun. Gabungan investasi perusahaan-perusahaan tersebut menembus angka $80 miliar saham tahun ini. "Tren penanaman modal antara investor eceran dan investor institusi bertolak belakang sejak Maret 2009," ujar Simon Ringrose, Managing Director EPFR Global. Di bulan November saja, investor individu menarik dananya hampir $19 miliar atau jumlah tertinggi sejak Agustus 2011 lalu, saat kontroversi plafon hutang dan downgrade rating Amerika oleh Standard & Poor's merebak di pasar keuangan. Sementara aksi investor November lalu lebih banyak dipicu oleh kecemasan soal krisis fiskal Amerika yang kian mendekati detik-detik deadline.
Eksodus pemodal dari lantai bursa bukanlah suatu hal yang baru. Investor sudah sejak 2005 mengurangi portofolio di aset saham, namun baru pada 2010 arus penarikan benar-benar melonjak drastis. Banyak pakar keuangan menilai tren penarikan modal dari pasar ekuitas dilakukan oleh sebagian besar investor individu, yang portofolionya pernah tergerus oleh krisis finansial setengah dekade lalu. Dana yang ditarik dari pasar saham kemudian dialihkan ke aset yang lebih aman seperti obligasi, mengingat sudah ada pertimbangan untuk menyelamatkan nilai aset jelang masa pensiun.
Sejak awal tahun ini, investor perseorangan telah menanamkan dana lebih dari $90 miliar ke pasar obligasi. Jumlah tersebut adalah rekor terbesar ke-dua setelah tahun 2009, di mana pemodal individu menaruh $117 miliar dananya ke aset aman. Surutnya kepercayaan investor terhadap prospek saham juga patut dijadikan alasan penting atas trend yang sudah berlangsung lama ini. Di tengah iklim trading dengan frekuensi tinggi, muncul pula banyak kendala atau insiden yang kerap merugikan pemodal, di antaranya adalah crash sistem di bulan Mei 2010 dan gangguan sistem elektronik Nasdaq saat IPO Facebook.

Data Ekonomi Terbaru Jepang Masih Rapuh


Data industrial production Jepang jatuh di luar perkiraan pengamat ekonomi di bulan November. Sementara rangkaian data lain juga terpantau mixed, sehingga memperkuat tekanan akan adanya pelonggaran moneter bari dari pemerintah pusat. 
Laporan produksi industri anjlok 1.7% di bulan November setelah disesuaikan dengan faktor-faktor musiman. Sebelumnya rasio penurunan diperkirakan hanya sebesar 0.5%, sebagaimana hasil survei Dow Jones Newswires dan Nikkei. Pelemahan produksi industri negeri sakura sebagian besar disumbangkan oleh turunnya produksi permesinan umum, smartphone dan alat-alat komunikasi. "Pasca revisi kenaikan 1.6% di bulan Oktober, data bulan November merefleksikan kembalinya trend fundamental, di mana tingkat permintaan masih lemah," demikian bunyi pernyataan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang atau METI.
METI mempertahankan proyeksinya terhadap kinerja produksi Jepang, dengan menyebut bahwa indikator berada dalam trend penurunan. Akan tetapi masih ada sisi positif mengingat komponen survei perusahaan yang terlampir dalam data itu memperlihatkan optimisme korporasi akan kenaikan output sebanyak 6.7% di bulan Desember dan 2.4% di bulan berikutnya. METI juga menggarisbawahi faktor-faktor akhir tahun dapat mempengaruhi data bulan mendatang.
Sementara itu, consumer price index inti dirilis searah dengan ramalan ekonom yakni turun 0.1% dibanding November tahun lalu. Fakta ini mencerminkan bahwa Jepang masih berada di dalam bayang-bayang deflasi. Kinerja harga konsumen kian memperkuat ekspektasi adanya pelonggaran moneter dari Bank of Japan. Retail sales menguat 1.3% di November dibandingkan satu tahun sebelumnya. Pemerintah juga merilis data rasio tenaga kerja di level 4.1%, atau lebih rendah dibanding perkiraan ekonom, 4.2%.

IHSG Kuat Jelang Akhir Tahun


Bursa Indonesia dibuka naik 0.3% ke 4296.553. Trader terlihat mendorong performa portfolio menjelang akhir tahun, jelas trader lokal First Asia Capital. "Ada beberapa berita negatif di Jepang namun sebagian besar mengabaikan hal ini dan mencoba untuk mendorong saham hingga akhir tahun," jelasnya. Level indeks utama hari ini akan berada di kisaran 4260-4310. Diantara saham yang meraih gain adalah :
- Bank Mandiri (BMRI.JK) +1.9% ke IDR7,950
- Semen Gresik (SMGR.JK) +1.3% ke IDR15,900
- Bank Central Asia (BBCA.JK) +1.1% ke IDR9,300
- Vale Indonesia (VALE.JK) +1.1% ke IDR2,350.
Sementara Astra Agro Lestari (AALI.JK) turun 1.1% ke IDR18,900 dan Bank Rakyat (BBRI.JK) -0.7% ke IDR6,900.

S&P Menguat Dipicu Meningkatnya Optimisme Kesepakatan Anggaran


NEW YORK: Saham AS, Jumat (28/12) menghapus sebagian besar penurunan mereka sebelumnya pada jam terakhir perdagangan menyusul kabar Senat berencana sesi negosiasi anggaran pada 30 Desember, memicu optimisme kesepakatan akan tercapai.
 
Indeks Standard & Poor 500 turun 0,1% menjadi 1.418,03 pukul 4 sore di New York, setelah sebelumnya jatuh sebanyak 1,3%. 
 
"Pasar tetap tertahan atas negosiasi jurang fiskal di Washington," kata Jim Russell, Kepala Strategi Ekuitas di Wealth Management Bank AS, di Cincinnati.
 
Sepanjang minggu berjalan indeks The S & P 500 telah merosot 0,8% karena pembicaraan antara Presiden Barack Obama dan anggota parlemen Kongres berlarut-larut di luar libur Natal.

Data Harga Konsumen Jepang Anjlok, MSCI Naik Tipis


SYDNEY: Mayoritas saham Asia, Jumat (28/12) menguat seiring dengan saham Jepang bersiap untuk kenaikan tahunan terbesar sejak 2005, setelah laporan harga konsumen negara itu jatuh, menambah spekulasi bank sentral akan menambah pembelian aset.
 
Saham Canon Inc, produsen kamera terbesar di dunia, naik 1,7%, memimpin kenaikan di antara eksportir Jepang. Saham Toshiba Corp melonjak 3,7%. Saham BHP Billiton Ltd, produsen minyak terbesar Australia, meningkat 1,3% sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah dan logam.
 
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% menjadi 129,02 pada pukul 09:58 di Tokyo, sebelum pasar di China dan Hong Kong dibuka dengan perbandingan 3 sahan menguat untuk 2 saham yang jatuh.
 
"Bank-bank sentral akan mempertahankan suku bunga rendah dan memberikan stimulus lebih yang akan membuat bursa bersandar seperti yang telah dilakukan tahun ini," kata Kumar Palghat, Managing Director Capital Kapstream.
 
Menurutnya, akan ada beberapa resolusi untuk pembicaraan jurang fiskal.
 
Bursa Asia:
Nikkei 225 Jepang +0,89% ke 10.414,39
KOSPI Korea Selatan +0,29% ke 1.993,18
ASX 200 Australia +0,64% ke 4.677,90
NZX 50 Selandia Baru +0,22% ke 4.074,26

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Rp26 Triliun

Menteri Keuangan Agus Martowardojo memperkirakan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) APBN-P 2012 mencapai Rp26 triliun. Silpa ini lebih rendah dari tahun lalu sebesar Rp39,2 triliun.

"Silpa enggak besar. Mungkin ada di kisaran Rp26 triliun. Ini dibandingkan tahun lalu turun," ujar Agus ketika ditemui di kantornya, Kamis (27/12).

Silpa yang tidak besar, kata Agus, disebabkan realisasi penerimaan negara tidak sebesar tahun lalu. Di sisi lain, realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga menyatakan, maksimal Silpa sebesar Rp27 triliun. Realisasi belanja negara diperkirakan mencapai 96%.

"Jangan lupa, baru dihantam subsidi BBM saja sudah sekian triliun. Ini akan menggenjot kenaikan belanja walaupun kita sayangkan, kenapa belanja ke subsidi. Itu tinggi sekali," kata Hatta.

Realisasi belanja modal, lanjut Hatta, tidak sesuai harapan. Selain realisasinya tidak tinggi, timing pencairannya yang menumpuk di akhir tahun membuat kontribusi belanja pemerintah pada pertumbuhan ekonomi rendah.

"Mestinya kuartal I sampai IV itu proposional terbelanjakan sehingga memberikan momentum yang baik," ungkapnya.

Menteri Keuangan Tutup Bursa Saham 2012


Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo dijadwalkan akan menutup secara resmi perdagangan saham tahun 2012 di Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/12/2012). Menteri Agus akan menutup perdagangan dengan menekan tombol tanda penutupan bursa.
Dalam undangan yang ditujukan pada media oleh Bursa Efek Indonesia, rangkaian acara penutupan perdagangan akan berlangsung sejak pagi hingga sore hari di Gedung BEI, Jakarta. Akan digelar konferensi pers tentang catatan aktivitas di BEI tahun 2012 ini pada siang hari sebelum Shalat Jumat.
Seusai makan siang, Menteri Keuangan dijadwalkan melakukan temu wicara dengan para pelaku pasar modal. Dalam kesempatan itu juga hadir sebagai pembicara perwakilan Otoritas Jasa Keuangan yang notabene akan mulai aktif per awal Januari 2013 mendatang.
Puncak penutupan perdagangan akan dilakukan oleh Menteri Keuangan pada pukul 15.55-16.00, yakni saat-saat penutupan jam operasional perdagangan saham di BEI. Menteri Agus menyampaikan kata penutup sekaligus menekan tombol tanda penutupan perdagangan.

Thursday, December 27, 2012

Bursa Regional Tangguh


Hari ini (27/12) pergerakan bursa Asia terpantau naik dengan saham Tokyo dan Hong Kong yang meyentuh level tinggi baru 2012. Gain bursa Asia terjadi meski kemarin Wall Street ditutup turun akibat laporan angka penjualan musim libur yang tidak terlalu signifikan. Investor menunggu Obama kembali dari berlibur dan segera menggelar pertemuan dengan jajarannya di Washington. 
Indeks Nikkei tercatat berada di level tinggi satu tahun di 10.395 dikarenakan nilai tukar yen yang terus terkoreksi di tengah janji pemerintahan yang baru yang dipimpin oleh perdana menteri Shinzo Abe untuk melakukan langkah pelonggaran moneter untuk mendorong ekonomi dan membantu saham eksportir untuk kembali berkompetitif dengan melemahkan nilai tukar mata uang lokal. Indeks saat ini naik 1.4% ke 10,350.
Greenback menguat ke level tinggi 27 bulan di Y85.83 terhadap yen di pasar Asia dan saat ini di Y85.78 dari Y85.58 hari Rabu (26/12) malam di New York. Euro di Y113.55 dari Y113.17. Saham eksportir dan keuangan yang diuntungkan oleh langkah pelonggaran moneter dan pelemahan yen, Honda Motor naik 2.9%, Fujitsu +1.9%, Nomura Holdings +5.5%, dan Mizuho Financial Group +3.3%. Indeks Singapura naik 0.2%. Di China daratan, indeks Shanghai Composite turun 0.1%.
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0.5% ke 22,647.96, setelah bertengger di atas level tinggi 17 bulan di 22,718.83 sebelumnya. S&P/ASX 200 Australia naik 0.3% dengan harga saham pertambangan bijih besi Fortescue Metals Group +2.9%. Perusahaan peritel juga menunjukkan kinerja apik diantaranya Myer Holdings +3.6% dan David Jones gain 2.4%. Kospi Korea Selatan turun 0.2% dengan saham teknologi memimpin penguatan pasar. KT Corp -5.3% dan SK Telecom -4.4%.

Tuesday, December 11, 2012

Berlusconi Hanya Membuat Masalah!


Belum lama mengutarakan niatnya untuk kembali lagi ke kancah politik, Silvio Berlusconi sudah mendapat sambutan negatif. Cibiran tidak hanya datang dari rival politiknya, namun juga muncul dari pelaku pasar keuangan. Pasca kabar rencana pencalonan diri Berlusconi dalam pemilihan umum Italia, pelaku finansial langsung bersikap pesimis terhadap masa depan perekonomian negara itu. Bursa saham Italia anjlok hingga 3,3% setelah berita itu mengemuka, sementara yield obligasi 10-tahun Italia menguat sampai 0,36% menjadi 4,88% (level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Niat pencalonan diri Berlusconi sangat mengusik harapan investor akan kebangkitan ekonomi Italia dari krisis hutang. Sang flamboyan kadung identik dengan berbagai isu negatif yang telah menyebabkan negaranya terjeblos dalam instabilitas. Selama 3 kali masa kepemimpinannya dulua, Berlusconi seakan membangun budaya yang tidak baik khususnya dalam disiplin fiskal negara. Di tahun 2006, sang perdana menteri kala itu pernah tersandung kasus pengemplangan pajak namun berkat aturan hukum Italia yang longgar ia tidak harus menjalani vonis 4 tahun penjara sebagaimana diputuskan pengadilan.
Jika diurut ke belakang, pudarnya harapan akan kondisi ekonomi yang lebih baik dimulai saat Perdana Menteri saat ini, Mario Monti, mengutarakan niatnya untuk mundur. Padahal sejak menggantikan Berlusconi, kinerja Monti mendapat apresiasi baik dari pelaku pasar. Ia mampu menjadi jembatan negosiasi antara kepentingan finansial negara dan otoritas Eropa. Masa transisi Italia pun menjadi lebih mulus ketimbang peralihan fase ekonomi di Yunani maupun negara lainnya. Salah satu jasa Monti adalah keberhasilannya melakukan efisiensi senilai $20 miliar melalui serial pemangkasan belanja, kebijakan pajak dan penyesuaian usia pensiun. Semua itu sukses dituntaskan dalam beberapa bulan sejak ia mengisu kursi perdana menteri. Pun demikian banyak pihak yang tidak puas dengan kinerja sang teknokrat dalam misinya membawa Italia ke arah perbaikan. Italia dianggap terlalu tunduk atas apa yang dikehendaki oleh pemerintah Jerman dan Prancis. Namun terlepas dari penilaian warga dan pelaku pasar terhadap Mario Monti, sosoknya tentu jauh lebih memberi harapan ketimbang Silvio Berlusconi.
Italia sempat mengalami krisis kepercayaan pelaku pasar satu tahun lalu. Ketika itu perdana menteri Silvio Berlusconi menanggalkan jabatannya di tengah tekanan krisis hutang. Yield obligasi Italia langsung melonjak pasca kebar tersebut ke level 7% akibat kecemasan soal program penyelamatan ekonomi negara. Sebagai jalan tengah, beberapa partai politik utama mendorong Mario Monti untuk duduk mengisi kursi yang ditinggalkan Berlusconi. Selain dipandang sebagai ekonom ulung, Monti diharapkan mampu mereda kekhawatiran pelaku pasar yang skeptis dengan masa depan Italia. Tidak hanya itu, Monti sekaligus menjadi simbol keseriusan Italia dalam menuntaskan masalah fiskalnya.
Jika dilihat dari kacamata ekonomi, segala kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran sangat berdampak buruk terhadap tingkat pertumbuhan nasional. Perekonomian Italia diprediksi menciut 2,5% tahun ini dan disusul kontraksi 0,3% pada tahun 2013. Lebih dari itu, rasio hutang Italia juga membengkak dan diprediksi melonjak dari 120% (2011) menjadi 126% dari GDP pada tahun ini, yang artinya risiko terhadap rating kredit negara ini makin besar saat dibanding tahun lalu. Untuk menangani semua pekerjaan rumah seberat ini, Italia membutuhkan seorang teknokrat baru yang memiliki visi perbaikan fiskal yang mutakhir. Perdana menteri yang baru dituntut melanjutkan pekerjaan bagus Mario Monti dan juga menuntaskan apa yang gagal dilakukan oleh pendahulunya. Jika persyaratan itu yang dicari, Silvio Berlusconi jelas bukan orang yang tepat.

Masih Optimis, Hang Seng Lanjutkan Rally


Indeks Hang Seng kembali melanjutkan rally di perdagangan hari Selasa (11/12) dan nampak masih bergerak di kisaran tinggi dalam 16 bulan terakhir terutama karena masih terbantu oleh isu-isu positif terkait dengan China.
Namun demikian para investor kembali waspada menjelang dimulainya pertemuan kebijakan terakhir dari Federal Reserve AS (the Fed) di tahun ini, sehingga sebagian investor nampak enggan masuk posisi di pasar. Hang Seng nampak menguat 0.44% di area kisaran 22373.95 atau +97.23 poin.
Para investor hari ini masih menyisakan optimisme setelah sentimen pasar kemarin terangkat oleh lonjakan data industri dan penjualan ritel China serta laporan ketenagakerjaan Amerika yang membaik.
Di bursa Hang Seng, sejumlah saham nampak diperdagangkan variatif. Saham HSBC terpantau flat sedangkan saham Cathay Pacific merosot hingga 0.9% setelah pihak Flight Attendants Union mengancam akan mengambil langkah di sektor industri selama musim liburan Natal.

Monday, November 5, 2012

Indeks Dollar AS Sentuh Tingginya 2 Bulan

Dollar AS menyentuh tingginya 2 bulan terhadap sekumpulan mata uang lainnya hari Senin setelah data jobs AS dirilis pekan lalu yang menekankan kuatnya fundamental ekonomi AS.
Dollar As bertahan dekat tingginya 4 bulan terhadap Yen dan Euro yang juga menyentuh rendahnya 5 pekan, walau ketidakpastian terhadap pemilu hari Selasa mungkin masih belum memberikan potensi kuat apa yang akan terjadi nanti.
Indeks Dollar AS, sebuah indeks yang mengukur nilai dollar AS terhadap 6 mata uang lainnya, bergerak naik setingginya di angka 80.629, level tertingginya sejak 7 September.

Friday, November 2, 2012

BP Siapkan Investasi US$12 Miliar di Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik berhasil meyakinkan perusahaan minyak Inggris British Petroleum (BP) untuk berinvestasi di Indonesia.
 
Hal itu dilakukan Menteri Jero Wacik yang ikut mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kenegaraan di London, Inggris, 30 Oktober hingga 3 November mendatang.

Kepala Biro Hukum dan Humas, Susyanto, mengatakan salah satu bidang yang dibahas dalam kunjungan kenegaraan ini adalah sektor energi.


Mendahului kunjungan kenegaraan tersebut, dilaksanakan The 1st RI-UK Energy Dialogue pada 29-30 Oktober yang merupakan forum tukar menukar informasi di bidang minyak dan gas bumi, kelistrikan, mineral dan batubara, teknologi ramah lingkungan, serta perencanaan energi.


Dalam pertemuan tersebut dihasilkan beberapa kesepakatan, di antaranya adalah kesepakatan kerja sama dalam bidang energy modeling, carbon capture and storage project (CCS), dan laboratorium energi masa depan.


Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas konsep 'Joint of Arrangement (JoA) on Energy' antara Indonesia dan Inggris, yang ditandatangani, Kamis (1/11).


'JoA on Energy' fokus kepada isu-isu energi yang spesifik dan identifikasi peningkatkan kerjasama antarkedua negara, dan disepakati untuk melaksanakan pertemuan rutin minimal dua tahun sekali.


Selain itu Menteri Jero Wacik juga berhasil meyakinkan British Petroleum (BP) untuk berinvestasi sebesar 12 miliar dollar AS untuk membangun Kilang Train-3 lapangan Tangguh. Selain itu, Premier Oil juga akan melakukan investasi sebesar 700 juta dolar AS.

Data Positif, Wall Street Melonjak

Beberapa data positif pada kepercayaan konsumen dan sektor manufaktur mendorong Wall Street berakhir menguat pada Kamis (1/11/2012) waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Pasar saham AS dibuka kembali datar pada Rabu, menyusul penutupan paksa pada Senin dan Selasa akibat Badai Sandy yang menerjang Pantai Timur AS.


Data penting lainnya bervariasi pada laba dan perkiraan suram untuk bulan-bulan mendatang dari perusahaan seperti ExxonMobil dan Pfizer.


Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 136,16 poin (1,04 persen) pada 13.232,62,  Indeks S&P 500 naik 15,43 poin (1,09 persen) menjadi 1.427,59, sementara Nasdaq menambahkan 42,83 poin (1,44 persen) pada 3.020,06.


"Sejumlah laporan ekonomi positif melengkapi data lebih baik dari yang diperkirakan pada aktivitas manufaktur di China, memberikan ekuitas AS dorongan yang sangat dibutuhkan hari ini," kata analis Charles Schwab & Co.


Indikator ekonomi menggembirakan mengangkat sentimen investor menjelang laporan pekerjaan AS untuk Oktober yang banyak ditunggu pada Jumat, gambaran  kondisi ekonomi terakhir sebelum pemilu 6 November.


Pasar melompat lebih tinggi karena kenaikan dalam kepercayaan konsumen: indeks dari Conference Board untuk Oktober naik menjadi 72,2 dari angka revisi 68,4 pada September dan lebih baik dari perkiraan.


Juga membantu adalah naiknya indeks pembelian manajer ISM untuk sektor industri, menjadi 51,7 persen dari 51,5 persen pada September.


Ditambah lagi, industri otomotif melaporkan bahwa penjualannya terus naik pada Oktober, sekalipun Badai Sandy menahan penjualan di pesisir timur laut AS yang padat penduduk pada tiga hari terakhir bulan lalu.


Saham General Motors naik 0,7 persen dan Ford naik 0,8 persen. Masing-masing saham perusahaan telah meroket lebih tinggi pada Rabu, setelah laba kuartalan mereka berbalik lebih baik dari perkiraan.


Pada 30-saham Dow, 26 saham berakhir di wilayah positif, dipimpin oleh Bank of America yang naik 4,5 persen dan Microsoft naik 3,5 persen.vCaterpillar naik 2,8 persen dibantu oleh kenaikan menjanjikan indeks pembelian manajer di China. ExxonMobil naik 0,5 persen setelah labanya mengalahkan perkiraan dengan penurunan hanya tujuh persen.


Sedangkan Wal-Mart , merupakan salah satu saham unggulan (blue-chip) yang turun terbesar 2,1 persen, diikuti oleh Pfizer turun 1,3 persen, setelah laba bersih pembuat obat  itu mengecewakan karena  jatuh 14 persen dan menurunkan proyeksi untuk sisa tahun ini.