Wednesday, January 9, 2013

Rupiah Menguat 1,18% Ke Rp9.805/ Dolar AS


Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (9/1), menguat terhadap dollar AS sebesar Rp18 atau 1,18% ke level Rp9.809/US$.

Namun demikian, pada pukul 9.18 WIB mata uang Garuda itu kembali terdepresiasi dollar AS sebesar Rp5 atau 0,05% ke level terendahnya Rp9.832/US$.

Pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (8/1) nilai tukar rupiah melemah Rp157 per dollar AS atau 1,62% ke level terendahnya Rp9.827/US$.

Hingga pukul 9.18 WIB, rupiah ditransaksikan pada kisaran Rp9.730-Rp9.832 per dollar AS.

Dari indeks nilai tukar Bloomberg pukul 9.18 WIB diketahui dollar  AS hanya menguat terhadap 6 mata uang negara Asia termasuk Indonesia yakni Selandia Baru, Jepang, Philipina, dan Thailand. 

Nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Asia (Rabu  9 Januari 2013)
Kurs
Nilai
Perubahan
WIB
$ Australia
1,0499
-0,05%
09:18:09
$ Selandia Baru
0,8390
+0,29%
09:18:48
Yen
87,4100
+0,41%
09:18:00
$Hong Kong
7,7514
0,00%
09:18:46
$Singapura
1,2281
-0,09%
09:18:49
$Taiwan
29,0210
-0,04%
09:18:43
Won
1.062,7300
-0,02%
09:18:04
Peso
40,8310
+0,03%
09:18:35
Rupiah
9.832,0000
+0,05%
09:18:46
Rupee
55,0050
-0,40%
01/08/2013
Yuan
6,2241
0,00%
09:17:10
Ringgit
3,0419
-0,01%
09:18:49
Bath
30,4300
+0,03%
09:17:53
Sumber: Bloomberg

Di Kisaran Sempit, Emas Butuh Katalis Kuat


Harga logam mulia bergerak mix di kisaran ketat seraya mencari katalis kuat yang dapat dijadikan petunjuk perdagangan pasar hari ini (09/01). Menurut analis, emas terlihat kekurangan momentum yang dapat mendorong pergerakan pasar dengan outlook jangka pendek yang dipangaruhi oleh indikator perekonomian makro. 
"Pasar disinyalir akan berada dalam fase yang tidak pasti selama bulan Januari dan Februari ini. Fokus kembali pada 'ronde 2' negoisasi fiscal cliff," jelas analis INTL FCStone, Edward Meir. Bagaimanapun, permintaan emas fisik dari China saat Tahun Baru Cina diharapkan dapat mendorong harga, jelas analis.
Harga emas di $1,659.20/ons, turun $1.60 dari level penutupan New York, sementara perak di $30.42/ons, naik satu sen, platinum di $1,579/ons, turun $2 dan palladium di $670.75/ons, turun $1.25.

CBO: Defisit Anggaran AS Bulan Desember Sebesar $1 milyar

Congressional Budget Office pada hari Selasa memperkirakan pemerintah AS mengalami defisit sebesar $1 milyar di bulan Desember, sehingga total kekurangannya untuk kuartal pertama tahun fiskal 2013 sekitar $293 milyar. Defisit bulan Desember sebesar $85 milyar, lebih sedikit dari bulan yang sama pada tahun 2011. Penerimaan di bulan Desember 2012 sekitar $30 milyar, ini lebih banyak dibandingkan tahun 2011, dan untuk pengeluaran lebih rendah $55 milyar. Departemen Keuangan akan melaporkan jumlah anggaran bulanan secara resmi pada hari Jumat. Tahun fiskal AS berlangsung dari Oktober sampai September.

Jelang Data Penting, Bursa Asia Tangguh


Sebagian besar pasar Asia terlihat bergerak naik dengan pasar Hong Kong yang menguat menjelang data perekonomian selanjutnya. Pasar regional mencatat sedikit penguatan setelah seluruh indeks Asia di luar Jepang sempat mencatat penurunan hingga 0.8% di hari Senin dan Selasa.
Musim earnings AS yang dimulai tadi malam (08/01) diawali dengan laporan dari Alcoa yang melampaui perkiraan untuk kuartal empat. Sementara fokus pasar Asia masih pada earnings Intel pekan depan, yang akan mempengaruhi saham teknologi di Asia. Data perekonomian utama wilayah Asia masih pada data perekonomian China. Besok (10/01), China akan merilis data perdagangan untuk bulan Desember, diikuti dengan data inflasi pada hari Jumat. Pasar China bergerak mix menjelang data dengan indeks Hang Seng +0.4%, Shanghai Composite -0.1%. Ping An Insurance (Group) Co. -1.8% di Hong Kong, sementara HSBC Holdings -0.4%, setelah melaporkan bahwa HSBC setuju untuk menjual saham senilai $9.4 miliar karena perusahaan nyaris bangkrut. 
Masih di Hong Kong, Aluminum Corp. of China +1.3% setelah Alcoa melaporkan earnings. Di pasar mata uang, Aussie melemah pasca rilis data retail sales yang turun 0.1% di bulan November, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan sebesar 0.3%. Aussie saat ini di $1.0495, dari $1.0518 menjelang data. Dolar AS menguat terhadap yen, di Y87.46 dibandingkan dengan Y87.06 hari Selasa malam di New York, mencatat sedikit penguatan setelah sempat melemah 0.9% terhadap yen tadi malam. Nikkei berhasil memangkas pelemahan sebelumnya setelah yen kembali melemah terhadap dolar. Nikkei naik 0.5%. Australia's S&P/ASX 200 +0.4%, didukung oleh saham defensif. Saham beryield tinggi diantaranya saham perbankan dan telekomunikasi membukukan gain. National Australia Bank +0.9% dan Telstra Corp. +0.7%. Saham pertambangan kembali terkoreksi setelah tadi malam harga bijih besi sempat menguat dan menghantarkan logam ke level tinggi 15 bulan. Penurunan saham bijih besi mensinyalkan bahwa beberapa partisipan pasar yakin bahwa kenaikan harga bijih besi tidak akan berlangsung lama. Fortescue Metals Group turun 0.3% dan Rio Tinto turun 0.1%. Kospi Korea Selatan naik 0.1%, sementara Indeks Straits Times Singapura naik 0.1%.

Emas Tampak Stabil, Dukungan Positif Aksi Beli Fisik Bertahan


Emas diperdagangkan tanpa banyak pergerakan yang berarti hari Rabu ini, saat para investor menanti keputusan kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral di Jepang dan Eropa, sementara aksi beli fisikdari Asia membantu mempertahankan sentimen positif.
Spot emas juga tidak banyak berubah di angka $1,658.24 per ounce, setelah naik sebanyak 0.7% di sesi sebelumnya.
Kontrak emas AS bergerak turun 0.2% ke $1,658.20.
Bank sentral Jepang akan mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter lagi bulan ini saat semua perhatian fokus pada naiknya target tingkat inflasi, dikatakan berbagai sumber, saat melemahnya ekonomi mengancam negara tersebut untuk menunda perlawanan terhadap masalah deflasi.
Stimulus AS terkini sepertinya tidak banyak membantu mengangkat pertumbuhan ekonomi dan menaikan resiko inflasi tahun depan, dikatakan gubernur bank sentral AS dari Richmond Fed Bank, Jeffrey Lacker hari Selasa kemarin, memberikan tambahan pernyataan.
Para investor akan terus mengawasi pertemuan kebijakan bank sentral Eropa hari Kamis, dimana diperkirakan bank sentral tersebut akan menahan pemangkasan tingkat suku bunga.

Kreativitas Ekonomi Korea Selatan Perlu Ditiru


Dalam kunjungan kerjanya ke Korea Selatan selama tiga hari (23-25 Septemeber), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu bertemu dengan sejumlah lembaga pemerintah dan nonpemerintah yang menangani pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, di antaranya Korea Content Creative Agency (KOCCA), Korea Film Council (KOFIC), Cheil Jedang Entertaintment and Media (CJ E&M), perusahaan animasi Wonderworld Korea, Korean Polytech University, dan Leading Invesment, yang merupakan perusahaan yang telah memberi banyak dukungan pembiayaan kepada industri kreatif di Korea Selatan.   
Mari Pangestu, Kamis (27/9/2012), menegaskan, dari serangkaian pertemuan tersebut akan didapat gambaran yang lebih jelas mengenai kebijakan Pemerintah Negeri Ginseng tersebut dalam mengembangkan industri kreatif.
"Kita perlu mempelajari bagaimana kebijakan Korea Selatan menumbuhkan kreativitas masyarakatnya untuk menghasilkan konten kreatif. Semakin banyak konten kreatif yang dapat dihasilkan akan meningkatkan peluang bagi konten kreatif Korea Selatan diterima oleh masyarakat lokal maupun dunia," tutur Mari Pangestu.
Setelah berkunjung ke Korea Selatan selama tiga hari, Mari Pengestu yakin akan memperoleh hasil nyata karena potensi kreativitas Indonesia tidak kalah dengan mereka.
Konten Korea Selatan di Indonesia berawal dari drama sinetron yang terus berekspansi menjadi K-Pop dan permainan interaktif. Sejumlah film drama mereka yang terkenal di Indonesia adalah Winter Sonata, Full House, Jewel in the Palace, My Lovely Sam Soon, Sad Love Story, dan Boys over Flowers. Beberapa bintang K-Pop yang terkenal adalah Super Junior, Rain, Wonder Girls dan program kolaborasi antara Korea dan Indonesia, Galaxy Superstar. Permainan online dari Korea Selatan pun banyak diminati masyarakat Indonesia, antara lain Lost Saga, S4 Leage, Point Blank, Chaos Online, Day in Ocean, dan Dragon Nest
Selain itu, Korea Selatan juga memiliki Pororo, sebuah film animasi yang diputar di salah satu stasiun televisi TV Indonesia, yakni ANTV.
Mari Pengestu mengemukakan, Korea Selatan juga merupakan fokus pasar utama bagi pariwisata Indonesia dan merupakan pasar keenam terbesar, di mana pada 2012 Indonesia menargetkan sebanyak 320.000 wisatawan asal Korea Selatan.
Korea Selatan adalah salah satu negara yang selama dua dekade terakhir mengembangkan sektor industri kreatifnya secara konsisten, sebagai sektor utama untuk menunjang pertumbuhan ekonominya. Fokus pengembangan mereka adalah industri konten yang meliputi penerbitan, kartun, musik, permainan elektronik dan interaktif, film, animasi, penyiaran, periklanan, karakter, pengetahuan, dan informasi.

Tingkat Pengangguran Korea Selatan Stabil di 3 Persen


Tingkat pengangguran keseluruhan Korea Selatan tetap stabil  3 persen pada Desember 2012. Hal itu disebabkan pertumbuhan jumlah orang yang mencari pekerjaan melambat dari bulan sebelumnya.
Demikian data yang dirilis pemerintah setempat, seperti dikutif AFP, Rabu (9/1/2013). Tingkat pengangguran di Korea Selatan berada diposisi terendah, yakni di level 3 persen selama 56 bulan terakhir.
Selama Desember 2012, penyerapan tenaga kerja mencapai 277.000 orang. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan penyerapan pada November, yakni 353.000 orang.
Total jumlah penduduk Korea Selatan 24,4 juta orang. Penyerapan tenaga kerja selama Desember sekitar 58,3 persen, terjadi pada penduduk di usia 15 tahun.
Data pekerjaan datang sehari sebelum Bank of Korea mengadakan pertemuan kebijakan bulanan moneter, di mana secara luas diperkirakan akan menjaga suku bunga acuan tidak berubah di 2,75 persen.