Tuesday, January 15, 2013

Rupiah Menguat 0,91% Ke Rp9.635/US$


Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan pagi in 14/1), menguat terhadap dollar AS sebesar Rp88 atau 0,91% ke level Rp9.635/US$.

Pada penutupan perdagangan Jum'at (11/1) posisi rupiah menguat 2,52%% ke level Rp9.641 per dollar AS.

Hingga pukul 9.29 WIB, rupiah ditransaksikan pada kisaran Rp9.635-Rp9.867 per dollar AS.

Dari indeks nilai tukar Bloomberg pukul 9.33 WIB diketahui dollar AS menguat terhadap mayoritas mata uang Asia.  

Nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Asia
Senin 14 Januari 2013
-----------------------------------------------------------------
Kurs    Nilai    Perubahan     WIB
------------------------------------------------------------------
$ Australia    1,0545     +0,09%     09:33:05
$ Selandia Baru    0,8390     +0,32%     09:33:05
Yen    89,5100     +0,37%     09:32:34
$Hong Kong    7,7526     +0,01%     09:32:01
$Singapura    1,2265     +0,12%     09:32:10
$Taiwan    28,9540     0,00%     09:32:24
Won    1.056,4000     +0,16%     09:31:07
Peso    40,6500     +0,12%     09:30:13
Rupiah    9.878,0000     +0,12%     09:31:07
Rupee    54,7625     +0,34%     01/11/2013
Yuan    6,2134     -0,04%     09:32:38
Ringgit    3,0187     -0,08%     09:33:03
Bath    30,2700     0,00%     09:32:47
 ---------------------------------------------------------------------
Sumber: Bloomberg

Apresiasi Euro terhadap Dollar AS berlanjut untuk sesi ke-3 berturut-turut, dan menyentuh posisi tertinggi 11-bulan, menyusul berkurangnya ekspektasi pelonggaran moneter European Central Bank. Nada optimis yang dilontarkan Presiden ECB Mario Draghi pasca pengumuman kebijakan hari Kamis lalu telah mendorong Euro merangsek 2,4% lebih tinggi terhadap Greenback sejauh ini. Namun beberapa analis menilai jika penguatan Euro telah terlampau cepat, yang menyisakan resiko pembalikan arah. "Investor nampak berupaya mengkonsolidasikan pasca rally kuat pekan lalu, itulah yang mendorong Euro bergerak menjauhi level tertinggi hariannya," kata Win Thin, kepala analis mata uang emerging market pada Brown Brothers Harriman di New York.


Euro menguat setelah ECB's Draghi utarakan bank sentral sepakat untuk mempertahankan suku bunga di level rendah 0,75%. Pernyataan tersebut cukup hawkish jika dibandingkan dengan komentar ECB's Draghi di bulan Desember yang isyaratkan adanya diskusi untuk memangkas suku bunga. ECB sebelumnya kembali mempertahankan suku bunga di 0,75% untuk enam bulan berurutan. EUR/USD kini diperdagangkan 1.3176, menjauhi level rendah harian 1.3038 
Walaupun ECB's Draghi mengutarakan kondisi ekonomi masih lemah untuk tahun 2013 namun Presiden bank sentral Eropa tersebut utarakan optimisme kondisi akan membaik di akhir tahun 2013. Walaupun ECB's Draghi masih melihat resiko penurunan aktivitas ekonomi namun resiko tersebut lebih disebabkan oleh lambatnya pelaksanaan kebijakan reformasi. ECB's Draghi juga melihat perbaikan situasi sektor keuangan dan kuatnya aliran dana yang masuk ke dalam zona-euro. 

Komentar Draghi Terus Menopang Euro


Apresiasi Euro terhadap Dollar AS berlanjut untuk sesi ke-3 berturut-turut, dan menyentuh posisi tertinggi 11-bulan, menyusul berkurangnya ekspektasi pelonggaran moneter European Central Bank. Nada optimis yang dilontarkan PresidenECB Mario Draghi pasca pengumuman kebijakan hari Kamis lalu telah mendorong Euro merangsek 2,4% lebih tinggi terhadap Greenback sejauh ini. Namun beberapa analis menilai jika penguatan Euro telah terlampau cepat, yang menyisakan resiko pembalikan arah.
"Investor nampak berupaya mengkonsolidasikan pasca rally kuat pekan lalu, itulah yang mendorong Euro bergerak menjauhi level tertinggi hariannya," kata Win Thin, kepala analis mata uang emerging market pada Brown Brothers Harriman di New York.

Minim Katalis, Aussie Di Bawah 1.0600


AUD/USD berhasil membalikkan pelemahan yang terjadi hari Jumat lalu (11/01) setelah pekan lalu juga sempat mencatat penguatan di kisaran 1.06, menguat sekitar 0.4% dan kemarin ditutup di 1.0567 dari level rendah sebelmnya di 1.0520. “Setelah kembali berada di bawah 1.0600, AUD/USD terus melemah dengan momentum bearish. Level 1.0550 akan menjadi level yang menarik investor untuk melakukan pembelian,” papar Valeria Bednarik, kepala analis FXstreet.com.
Pagi ini (15/01), Aussie bergerak relatif sempit karena minimnya data ekonomi yang dapat menjadi penggerak pasar. Secara teknikal, valuta kekurangan katalis kuat dengan level resistance di 1.0600 dan level support di 1.0490, menurut Bednarik. Di atas level 1.06, target bullish valuta selanjutnya di 1.0660, sementara level support terdekat di 1.0550, 1.0520 dan di 1.0490.

Euro Bertahan Dekat 1.34


Euro nyaris tidak banyak mengalami pergerakan dekat area 1.3380 (naik sekitar 0.33%) sejak penutupan sesi AS, setelah menutup sesi AS dengan penguatan tipis setelah mencapai tingginya di 1.3402, tingginya 11 bulan.

Secara teknikal, Euro mempertahankan kisaran sempit, gambara jangka pendek masih netral, sebagaimana diperlihatkan indikator per jam yang bertahan flat dekat harga tengah sementara harga bergerak stabil dekat SMA-20, dikatakan Valeria Bednarik, seorang analis dari FXstreet.com.
Akan tetapi Bednarik juga mengatakan bahwa bias bullish masih kuat; selama harga bertahan dioatas area harga saat ini di 1.3320/30, masih ada ruang untuk penguatan ke 1.3485, dijelaskan Bednarik.

Meski Kuat, Dollar Terhadang Penguatan Yen


Mata uang Dollar menguat terhadap sebagaian besar valuta asing hari ini (Selasa 15/01). Aksi hindar produk berisiko merebak tanpa adanya kabar baik soal penyelesaian isu plafon hutang Amerika Serikat. Namun USD melemah terhadap Yen pasca pernyataan menteri Jepang, yang menyebut pelemahan JPY secara berlebihan justru tidak bagus.
Indeks Dollar menguat dari 79.460 ke 79.531 hari ini. Sementara terhadap Euro, Dollar menguat dari 1.3386 ke 1.3360. "Pada tahap ini, kita bisa lhat pembicaraan soal plafon hutang bisa menjadi perang baru antara Partai Demokrat dan Republik," ulas Kathy Lien, Managing Director BK Asset Management.
Plafon hutang merupakan batas dana yang bisa dipinjam oleh pemerintah Amerika. Tanpa adanya kenaikan ambang batas yang diinisiasi oleh kongres, maka Washington akan gagal membayar hutangnya kepada investor. "Dalam beberapa pekan mendatang, faktor politik akan sangat mempengaruhi pergerakan mata uang," tambah Lien.
Sementara itu Yen Jepang menguat terhadap sebagian besar mata uang pasca pelemahannya selama beberapa sesi terakhir. Penguatan valuta Jepang terjadi setelah menteri ekonomi Akira Amari menyebut pelemahan Yen yang terlalu tajam tidak berdampak positif bagi perekonomian. Nilai tukar Dollar turun dari 89.46 menjadi 88.96 terhadap Yen, sedangkan EUR/JPY melemah dari 119.50 ke 118.82. Terlepas dari kinerjanya hari ini, Dollar telah menguat 6,5% dan Euro menguat 8,1% terhadap Yen dibandingkan satu bulan lalu. Sedangkan untuk mata uang lainnya, GBP/USD bertengger di 1.6071 dari 1.6078 dan AUD/USD bergeser dari 1.0564 ke 1.0546.

Harga Minyak Kembali Naik


Harga minyak dunia menanjak dari level terendah dalam dua hari di New York. Data Bloomberg menunjukkan, pagi tadi, harga kontrak minyak jenis WTI untuk pengantaran Februari naik sebesar 33 sen menjadi 93,89 dollar AS per barrel. Pada pukul 11.11 waktu Sydney, kontrak yang sama bertengger di posisi 93,86 dollar AS per barrel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange.

Sekadar tambahan informasi, pada 11 Januari lalu, kontrak minyak menurun 26 sen menjadi 93,56 dollar AS per barrel. Ini merupakan level terendah sejak 9 Januari lalu. Harga minyak naik 0,5 persen di sepanjang pekan lalu.

Kenaikan harga minyak WTI dari level terendah dalam empat bulan terakhir terjadi setelah perbaikan rutinan pipa minyak sepanjang 500 mil atau 805 kilometer Seaway yang mengantarkan minyak dari Cushing, Oklahoma, ke Freeport, Texas, selesai dilakukan.
Sebelumnya, pipa minyak ini ditutup sejak 2 Januari lalu dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengiriman minyak menjadi 400.000 barrel per hari dari sebelumnya 150.000 barrel per hari.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Februari tak banyak berubah posisi di level 110,64 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe Exchange.