![]() |
| Seminar Emas |
when all your mind filled with brilliant ideas and all your actions are supported by a golden opportunity..
Showing posts with label Trading Emas. Show all posts
Showing posts with label Trading Emas. Show all posts
Wednesday, January 9, 2013
Ingin tau strategi terbaru dalam trading emas?
Labels:
EMAS.,
harga emas,
seminar emas,
Trading Emas
Friday, October 12, 2012
Emas Mulai Bangkit dari Harga Terendah di Bulan Oktober
Harga emas nyaris tidak banyak mengalami pergerakan, mempertahankan penguatan di sesi sebelumnya ketika dollar AS melemah dari tingginya 1 bulan, tetapi emas bersiap menuju kejatuhan mingguan terbesarnya dalam 2 bulan.
Spot emas nyaris tidak bergerak di angka
$1,768.49 per ounce, sejalan dengan kejatuhan mingguan sebesar 0.7%,
kejatuhan terbesarnya dalam 2 bulan.
Kontrak emas AS nyaris flat di angka $1,770.40.
IMF hari Kamis kemarin memberikan
tambahan waktu untuk Yunani dan Spanyol untuk mengurangi deficit
anggaran, mewaspadai adanya pemangkasan yang terlalu cepat, akan
memberikan dampak yang kurang baik.
Labels:
Emas,
emas antam,
EMAS.,
harga emas,
prediksi harga emas,
trading,
Trading Emas
Thursday, February 23, 2012
Box of Pandora Strategy
Labels:
antam,
Emas,
EMAS.,
investasi emas,
Trading Emas
Wednesday, January 18, 2012
Tuesday, January 17, 2012
Harga Emas Naik Lagi
JAKARTA - Harga emas bergerak menguat usai Standard & Poors menurunkan peringkat utang sembilan negara Eropa yang menjadi sentime negatif.
Setelah langkah S&P ini, tekanan untuk Yunani menyelesaikan negoisasi untuk mendapatkan pinjaman guna menghindari status gagal bayar (default).
Sementara itu, investor juga memperhatikan data ekonomi China yang merupakan indikator pertumbuhan ekonomi untuk kawasan Asia. China akan mengumumkan angka gross domestic product (GDP) tahun 2011.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (17/1/2012), harga emas bergerak menguat 0,1 persen menjadi USD1.645,6 per ounce. Sementara harga emas AS naik hampir sebesar satu persen menjadi USD1.646,3.
Di sisi lain, mata uang tunggal Eropa, euro masih tersungkur di posisi terendahnya selama 17 bulan atas dolar usai S&P menurunkan peringkat sejumlah negara Eropa tersebut.
Setelah langkah S&P ini, tekanan untuk Yunani menyelesaikan negoisasi untuk mendapatkan pinjaman guna menghindari status gagal bayar (default).
Sementara itu, investor juga memperhatikan data ekonomi China yang merupakan indikator pertumbuhan ekonomi untuk kawasan Asia. China akan mengumumkan angka gross domestic product (GDP) tahun 2011.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (17/1/2012), harga emas bergerak menguat 0,1 persen menjadi USD1.645,6 per ounce. Sementara harga emas AS naik hampir sebesar satu persen menjadi USD1.646,3.
Di sisi lain, mata uang tunggal Eropa, euro masih tersungkur di posisi terendahnya selama 17 bulan atas dolar usai S&P menurunkan peringkat sejumlah negara Eropa tersebut.
Harga Emas Rebound
SINGAPURA. Harga emas mengalami rebound dari posisi terendah dalam seminggu terakhir. Beberapa penyebab kenaikan harga si kuning kinclong yakni masih berlanjutnya krisis nuklir di Jepang, konflik di Libia, serta krisis utang Eropa.
Hari ini, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 0,4% menjadi US$ 1.458,75 per troy ounce. Ini merupakan level terendah sejak 5 April lalu. Sedangkan kontrak harga emas untuk pengantaran Juni di New York naik 0,4% menjadi US$ 1.459,10 per troy ounce.
“Adanya ketidakpastian di Timur Tengah, krisis utang Eropa, dan situasi krisis nuklir yang memburuk di Jepang menjadi faktor pendorong dari harga emas,” jelas Mark Pervan, head of commodity research ANZ Banking Group Ltd.
Selain itu, the Dollar Index juga ditransaksikan mendekati level paling rendah sejak Desember 2009 setelah melorot selama tiga hari berturut-turut.
Hari ini, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 0,4% menjadi US$ 1.458,75 per troy ounce. Ini merupakan level terendah sejak 5 April lalu. Sedangkan kontrak harga emas untuk pengantaran Juni di New York naik 0,4% menjadi US$ 1.459,10 per troy ounce.
“Adanya ketidakpastian di Timur Tengah, krisis utang Eropa, dan situasi krisis nuklir yang memburuk di Jepang menjadi faktor pendorong dari harga emas,” jelas Mark Pervan, head of commodity research ANZ Banking Group Ltd.
Selain itu, the Dollar Index juga ditransaksikan mendekati level paling rendah sejak Desember 2009 setelah melorot selama tiga hari berturut-turut.
Labels:
antam,
Emas,
EMAS.,
Gold Price Prediction,
Miscellaneous Gold,
Trading Emas
Thursday, January 12, 2012
Goldman: Harga emas dapat menembus US$ 1.940 dalam 12 bulan ke depan
LONDON. Goldman Sachs Group Inc masih merekomendasikan "overweight" terhadap komoditas, terutama emas. Pasalnya, emas masih akan menjadi komoditas terfavorit di 2012 seiring kecemasan akan krisis utang Eropa.
Menurut Jeffrey Currie, head of commodities research Goldman, harga kontrak emas yang ditransaksikan di Comex, New York akan melonjak lagi ke level US$ 1.940 per troy ounce dalam 12 bulan ke depan. Kondisi ini sangat mungkin terjadi seiring adanya prediksi bahwa tingkat suku bunga dan inflasi AS akan tetap rendah. Catatan saja, harga emas sudah melorot 16% dari level rekornya yang tercipta September lalu.
Currie menambahkan, harga emas tidak akan bergerak lebih tinggi dari US$ 1.940, kecuali ada sejumlah faktor pendukung lain, seperti kenaikan inflasi.
Seperti yang diketahui, permintaan emas semakin tinggi tahun lalu seiring krisis utang Eropa yang kian mencemaskan. Analis juga memprediksi, the Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya mendekati level nol hingga pertengahan 2013 mendatang. Suku bunga rendah akan meningkatkan pesona emas karena secara umum akan mengurangi prospek return dari obligasi AS.
"Pandangan kami terhadap emas didorong oleh prediksi suku bunga acuan. Penurunan harga yang tajam semakin membuat emas menarik," jelas Currie.
Selain Goldman, Morgan Stanley juga memilih emas sebagai komoditas menarik tahun ini. Bahkan Morgan memprediksi, harga emas akan menembus level US$ 2.200, rekor tertinggi.
Menurut Jeffrey Currie, head of commodities research Goldman, harga kontrak emas yang ditransaksikan di Comex, New York akan melonjak lagi ke level US$ 1.940 per troy ounce dalam 12 bulan ke depan. Kondisi ini sangat mungkin terjadi seiring adanya prediksi bahwa tingkat suku bunga dan inflasi AS akan tetap rendah. Catatan saja, harga emas sudah melorot 16% dari level rekornya yang tercipta September lalu.
Currie menambahkan, harga emas tidak akan bergerak lebih tinggi dari US$ 1.940, kecuali ada sejumlah faktor pendukung lain, seperti kenaikan inflasi.
Seperti yang diketahui, permintaan emas semakin tinggi tahun lalu seiring krisis utang Eropa yang kian mencemaskan. Analis juga memprediksi, the Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya mendekati level nol hingga pertengahan 2013 mendatang. Suku bunga rendah akan meningkatkan pesona emas karena secara umum akan mengurangi prospek return dari obligasi AS.
"Pandangan kami terhadap emas didorong oleh prediksi suku bunga acuan. Penurunan harga yang tajam semakin membuat emas menarik," jelas Currie.
Selain Goldman, Morgan Stanley juga memilih emas sebagai komoditas menarik tahun ini. Bahkan Morgan memprediksi, harga emas akan menembus level US$ 2.200, rekor tertinggi.
Labels:
Emas,
EMAS.,
Gold Price Prediction,
investasi emas,
Trading Emas
Harga Emas Kian Melaju
SINGAPURA, KOMPAS.com — Emas lanjut reli hari kedua, sebelum negara-negara Eropa menggelar lelang surat utang sebesar 21 miliar euro (26,8 miliar dollar AS). Kontrak emas untuk pengiriman Februari di divisi Comex, NYMEX, menguat 0,8 persen ke level 1.645 dollar AS per troy ounce pada pukul 15.01 WIB.
Investor mengoleksi emas sebagai alternatif investasi di tengah rumor perekonomian Eropa akan mengalami resesi. Hari ini, Jerman dijadwalkan melelang obligasi bertenor lima tahun sebanyak 4 miliar euro. Sementara, Spanyol dan Italia akan menyusul di hari berikutnya, dengan menjual surat utang sebesar 17 miliar euro.
Adapun, Yunani masih dalam negosiasi akhir untuk membujuk investor mengurangi setidaknya setengah dari jumlah utang. Ini restrukturisasi skala besar pertama di zona euro. "Kami melihat Eropa memburuk tahun ini dengan ekonomi bergerak ke dalam resesi," kata Imre Speizer, ahli strategi dari Westpac Banking Corp, di Auckland.
Investor mengoleksi emas sebagai alternatif investasi di tengah rumor perekonomian Eropa akan mengalami resesi. Hari ini, Jerman dijadwalkan melelang obligasi bertenor lima tahun sebanyak 4 miliar euro. Sementara, Spanyol dan Italia akan menyusul di hari berikutnya, dengan menjual surat utang sebesar 17 miliar euro.
Adapun, Yunani masih dalam negosiasi akhir untuk membujuk investor mengurangi setidaknya setengah dari jumlah utang. Ini restrukturisasi skala besar pertama di zona euro. "Kami melihat Eropa memburuk tahun ini dengan ekonomi bergerak ke dalam resesi," kata Imre Speizer, ahli strategi dari Westpac Banking Corp, di Auckland.
Labels:
antam,
Emas,
EMAS.,
investasi emas,
Trading Emas
Harga Emas Antam Naik Rp4 Jt/Kg
INILAH.COM, Jakarta - Harga emas batangan pada perdagangan Rabu (11/1) naik Rp4 juta per kilogram, dibandingkan harga kemarin.
Berdasarkan daftar harga yang dilansir logammulia.com hari ini, mayoritas stok emas batangan tersedia pada Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM). Tapi, emas batangan 1 dan 1.000 gram tidak tersedia (not available). Ketersediaan emas dapat berubah tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.
Harga buyback emas tercatat naik menjadi Rp480.000 dari 476.000 per gram. Harga emas batangan 1 gram naik menjadi Rp552.000 dari Rp548.000; harga emas batangan 2 gram tercatat naik ke Rp1.062.000 dari Rp1.054.000 atau Rp531.000 per gram.
Harga emas batangan 2,5 gram naik menjadi Rp1.317.000 dari Rp1.307.000 atau Rp526.800 per gram; harga emas batangan 3 gram naik ke Rp1.572.000 dari Rp1.560.000 atau Rp524.000 per gram.
Harga emas batangan 4 gram naik menjadi Rp2.082.000 dari Rp2.066.000 atau Rp520.500 per gram; harga emas batangan 5 gram naik ke Rp2.602.500 dari Rp2.582.500 atau Rp520.500 per gram.
Harga emas batangan 10 gram naik ke Rp5.165.000 dari Rp5.125.000 atau Rp516.500 per gram; harga emas batangan 25 gram naik ke Rp12.837.000 dari Rp12.737.000 atau Rp516.500 per gram.
Harga emas batangan 50 gram naik ke Rp25.597.000 dari Rp25.397.000 atau Rp511.940 per gram; harga emas batangan 100 gram naik ke Rp51.124.000 dari Rp50.724.000 atau Rp511.240 per gram.
Harga emas batangan 250 gram naik ke Rp127.580.000 dari Rp126.580.000 atau Rp510.320 per gram; harga emas batangan 1.000 gram naik ke Rp510 juta dari Rp506 juta atau Rp510.000 per gram.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 10.29 WIB, harga emas internasional naik 0,29% ke US$1.636,3 per troy ounce.
Berdasarkan daftar harga yang dilansir logammulia.com hari ini, mayoritas stok emas batangan tersedia pada Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM). Tapi, emas batangan 1 dan 1.000 gram tidak tersedia (not available). Ketersediaan emas dapat berubah tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.
Harga buyback emas tercatat naik menjadi Rp480.000 dari 476.000 per gram. Harga emas batangan 1 gram naik menjadi Rp552.000 dari Rp548.000; harga emas batangan 2 gram tercatat naik ke Rp1.062.000 dari Rp1.054.000 atau Rp531.000 per gram.
Harga emas batangan 2,5 gram naik menjadi Rp1.317.000 dari Rp1.307.000 atau Rp526.800 per gram; harga emas batangan 3 gram naik ke Rp1.572.000 dari Rp1.560.000 atau Rp524.000 per gram.
Harga emas batangan 4 gram naik menjadi Rp2.082.000 dari Rp2.066.000 atau Rp520.500 per gram; harga emas batangan 5 gram naik ke Rp2.602.500 dari Rp2.582.500 atau Rp520.500 per gram.
Harga emas batangan 10 gram naik ke Rp5.165.000 dari Rp5.125.000 atau Rp516.500 per gram; harga emas batangan 25 gram naik ke Rp12.837.000 dari Rp12.737.000 atau Rp516.500 per gram.
Harga emas batangan 50 gram naik ke Rp25.597.000 dari Rp25.397.000 atau Rp511.940 per gram; harga emas batangan 100 gram naik ke Rp51.124.000 dari Rp50.724.000 atau Rp511.240 per gram.
Harga emas batangan 250 gram naik ke Rp127.580.000 dari Rp126.580.000 atau Rp510.320 per gram; harga emas batangan 1.000 gram naik ke Rp510 juta dari Rp506 juta atau Rp510.000 per gram.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 10.29 WIB, harga emas internasional naik 0,29% ke US$1.636,3 per troy ounce.
Labels:
antam,
Emas,
EMAS.,
Gold Price Prediction,
investasi emas,
Trading Emas
Jelang Imlek, Harga Emas Makin Mahal
NEW YORK, KOMPAS.com — Kontrak emas berjangka berhasil mencapai harga tertinggi dalam empat minggu, di New York, Selasa (10/1/2012) waktu setempat, seiring dengan melemahnya dollar AS terhadap sejumlah mata uang utama.
Kontrak emas berjangka untuk pengantaran Februari naik 1,5 persen menjadi 1.631,50 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram), di Comex, New York. Ini harga penutupan tertinggi sejak 13 Desember 2011. ”Dollar AS melemah (sehingga) menguntungkan emas dan komoditas,” ujar Scott Gardner, Chief Investment Officer Verdmont Capital SA, di Panama, dalam pesan elektronik kepada Bloomberg, Selasa waktu setempat.
Melemahnya dollar AS terjadi selama dua hari belakangan karena adanya tanda bahwa para pemimpin Eropa sedang mengambil langkah lanjutan untuk mengatasi krisis utang di wilayah itu. Dengan begitu, indeks MSCI ekuitas seluruh dunia naik 1,6 persen, sedangkan indeks spot GSCI StandardPoor's dar 24 komoditas bahan mentah naik 1,5 persen. Itu pencapaian keuntungan kelima dalam enam sesi perdagangan.
Harga emas pun diperkirakan akan terus naik seiring dengan permintaan emas yang meningkat di China, Taiwan, Hongkong, Vietnam, dan Thailand menjelang Tahun Baru China. Rangkaian acara tahun baru itu akan dimulai pada 23 Januari mendatang. ”Permintaan fisik (emas untuk) investasi dan perhiasan cukup kuat sejak harga di bawah 1.650 dollar AS, khususnya pembeli China, cukup aktif,” kata Nick Moore, analis Royal Bank of Scotland Group Plc.
Ia pun memprediksi permintaan emas dari negara pembeli emas terbesar kedua dunia ini cenderung meningkat selama Januari terlepas dari harga hingga Tahun Baru China.
Labels:
Emas,
EMAS.,
Gold Price Prediction,
investasi emas,
Trading Emas
Friday, December 9, 2011
Ke Mana Emas Mengarah Tahun 2012?
Menuju penghujung tahun 2011, khalayak ramai memprediksi prospek harga aset-aset investasi. Salah satu komponen yang paling jadi sorotan adalah logam mulia anti-inflasi, emas.
Di bawah ini terdapat proyeksi beberapa lembaga keuangan ihwal pergerakan emas di masa depan. Tidak ada satupun institusi yang memperkirakan harga turun, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Berikut adalah pendapat lembaga finansial global tentang emas:
1. Barclay’s Capital: harga rata-rata emas tahun 2012 diprediksi menembus $1875 per ons di kuartal IV 2011. Peluang terwujudnya ekspektasi itu kian menipis di penghujung tahun ini. Namun siapa yang bisa memastikan situasi ekonomi dalam beberapa pekan mendatang. Ramalan ini bisa saja terwujud, bilamana pemimpin Eropa gagal menuai kesepakatan soal resolusi krisis. Sedangkan rerata harga untuk tahun 2012 di-plot sebesar $2000. Menurut analis Suki Cooper, permasalahan ekonomi global akan menjaga selera investor terhadap logam mulia tetap positif. Bank sentral juga diyakini masih giat menambah cadangan emas.
2. Citigroup: masalah hutang masih berlanjut tahun 2012, sehingga emas akan bergerak dalam kisaran $2000 dan $2500. Untuk jangka panjang, Citigroup yakin bahwa emas tidak akan lebih murah dari $1200 per ons.
3. Commerzbank: analis teknikal Axel Rudolph melihat emas tidak akan kesulitan menjangkau $2,000 pada 2012.
4. GFMS: emas tidak akan kesulitan meraih ke atas $2000 pada 2012.
5. HSBC: untuk 2012, emas akan berkisar di $2025 sebelum nantinya mencatat rata-rata harga sekitar $1850 di tahun 2013. HSBC memperkirakan bull market bagi logam mulia dalam 10 tahun mendatang. HSBC menekankan prediksinya pada perkembangan situasi di eropa, sengketa valuta antara Amerika Serikat dan China serta isu global lain.
6. Morgan Stanley: lebih spesifik, terdapat peluang 85% bagi emas untuk diperdagangkan antara $1819 dan $2085 pada 2012.
7. Societe Generale: momentum saat ini mendukung emas untuk mencapai level rata-rata $2275 per ons pada 2012 mendatang. Societe Generale melihat adanya minat besar pada permintaan individu, perhiasan dan fisik di tahun mendatang. Apalagi bila kondisi ekonomi makin memburuk.
8. TD Securities: kombinasi antara bunga obligasi lebih rendah, rendahnya return pada aset berisiko serta proyeksi ekonomi negatif tahun depan cukup mendukung harga emas. Namun ramalan TD relatif lebih moderat dibanding lembaga lain. Emas akan bertengger di $1975 pada akhir 2012 dan turun ke $1750 pada 2013.
9. UBS: Emas akan berada di $2075 tahun depan, kemudian menuju $1725 pada 2013. Fokus perhatian utama dari asumsi tersebut adalah ekspektasi suku bunga AS, kebijakan moneter the Fed dan kondisi ekonomi global.
Labels:
Emas,
EMAS.,
Gold Price Prediction,
investasi emas,
Trading Emas
Wednesday, November 23, 2011
Seminar Emas
Labels:
Emas,
EMAS.,
FOREX.,
investasi emas,
SAHAM.,
seminar emas,
Trading Emas
Tuesday, September 13, 2011
Emas dan Perak Rebound di Perdagangan Elektronik
Monexnews - Kontrak emas pulih di perdagangan elektronik hari Selasa, seiring adanya laporan dari Cina yang mempertimbangkan akan membeli obligasi Italia yang memberikan kecerahan terhadap krisis hutang Eropa, dan memberikan sedikit dukungan untuk sentimen investor.
Kontrak untuk emas bulan Desember bertambah $16.40, menjadi $1,829.70 per troy ounce di COMEX, bagian dari NYMEX selama perdagangan di Asia.
Labels:
EMAS.,
FOREX.,
Gold Price Prediction,
SAHAM.,
Trading Emas
Tuesday, August 2, 2011
Dennis Gartman: Gold Still Wants to Go Higher
With the dollar [.DXY 74.36
0.09 (+0.13%)
] gaining as lawmakers inch ever close to a debt deal, is the gold [GCCV1 1622.80
1.10 (+0.07%)
] trade over?
According to strategic investor Dennis Gartman the short answer is ‘no’ – he says gold still wants to go higher.
According to strategic investor Dennis Gartman the short answer is ‘no’ – he says gold still wants to go higher.
| ||
When you look at a long term chart of gold, like the one you see above, it goes from the lower left to the upper right and that's a bull trend.
However, as he says so often, Gartman prefers to play gold in euro terms or sterling terms rather than long gold in dollar terms. “Europe has greater problems than we have. We (should) reach a resolution to the debt crisis but Europe's problems (should) only get worse.”
And in the past Gartman has said the way for American investors to play his thesis, is to establish a long position in gold and pair it with a short position in the euro [EUR=X 1.425
source: http://www.cnbc.com/
Labels:
EMAS.,
FOREX.,
Miscellaneous Gold,
SAHAM.,
Trading Emas
Wednesday, July 27, 2011
Teknikal: Waspadai Koreksi Minor Emas
Kondisi carut marut masalah krisis hutang Amerika membuat komoditas emas banyak diminati, sehingga terbuka peluang bagi harga emas untuk melaju setidaknya hingga ke level $1630.
Hari ini harga emas dunia kembali mencatat rekor tertinggi baru di level $1623.86, mematahkan rekor sebelumnya di rekor $1622.49 yang tercatat pada hari Senin 25/07.
Secara teknikal untuk sementara, emas akan berkonsolidasi terlebih dahulu di antara range area 1608 – 1623. Dibutuhkan break keluar dari area range ini untuk melihat arah yang lebih jelas.
Bila berhasil tembus lagi ke atas area $1623 akan membawa emas naik untuk mencetak rekor tinggi baru dengan membidik area $1630.
Sementara pecah ke bawah $1608 dapat memicu koreksi bearish menuju area $16005 hingga $16000. Namun koreksi minor yang ditunjukkan oleh indikator Stochastic akan membawa XAU= ke beberapa support diantaranya $1615 dan $1608.
Grafik harga spot emas ( sumber ; monex trader )
Labels:
EMAS.,
FOREX.,
Gold Price Prediction,
SAHAM.,
Trading Emas
Tuesday, July 26, 2011
AS Gagal Bayar, Emas Tancap Gas ke US$1.700
INILAH.COM, Jakarta – Harga emas diprediksi bakal tancap gas ke level US$1.700 per troy ounce. Sebab, upaya AS untuk menghindari gagal bayar, justru dilihat pasar sudah memasuki masa kritis. Belum lagi faktor Eropa.
Analis Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, meroketnya harga emas, masih didorong oleh carut marutnya masalah utang baik di Eropa maupun AS. Saat ini, menurutnya, pasar sedang fokus ke Washington di mana upaya AS untuk menghindari default (gagal bayar) justru memasuki masa kritis.
Pasalnya, lanjut Daru, proposal kenaikan pajak yang diajukan Presiden AS Barack Obama melalui Partai Demokrat, ditentang habis-habisan oleh Partai Republik. “Perdebatan sengit dua partai itu di Kongres menimbulkan tidak adanya tanda-tanda kesepakatan lebih lanjut,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (25/7).
Meski begitu, Daru menjelaskan, masing-masing pihak (baik Partai Demokrat maupun Partai Republik) tetap akan mencari cara agar AS terhindar dari default. “Tapi, pasar tetap pesimistis akan terjadinya kesepakatan yang akan diputuskan pada 2 Agustus 2011 itu,” ungkapnya.
Daru memperkirakan, pada akhirnya kedua partai mungkin akan sepakat. Tapi, untuk meraih kesepakatan tersebut tidak akan mulus karena akan ada pihak-pihak yang belum puas. “Karena itu, pasar terus mencari tempat investasi yang aman. Emas merupakan salah satu tempat investasi yang aman itu sebagai safe haven,” ujar Daru.
Sebab, di lain pihak, meski mata uang utama menguat, tapi tidak signifikan seperti emas. Apalagi, meski Uni Eropa sudah menyepakati paket bailout kedua untuk Yunani, pasar kembali ragu dan mempertimbangkan kembali soal detil paket bailout tersebut. “Pasar juga sudah mulai mempertanyakan langkah-langkah teknis untuk mengatasi penyebaran krisis utang,” ucapnya.
Pasar juga fokus pada bagaimana langkah-langkah itu bisa diterapkan. Di sisi lain, aksi pemboman oleh fundamentalis Kristen di Norwegia pada Jumat (22/7) yang menewaskan 93 orang dan melukai puluhan lainnya, juga telah meningkatkan risiko pasar di Eropa.
Kondisi itu, juga turut merusak stabilitas ekonomi Eropa sehingga menimbulkan kekhawatiran baru. Emas pun semakin diburu. Alhasil, Daru menegaskan, jika AS mengalami default (gagal bayar), harga emas bakal terus meroket ke level US$1.650-US$1.700 per troy ounce.
Untuk saat ini, target resistance emas di level US$1.622,49 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Senin (25/7). Penguatan berikutnya, ke level US$1.630 per troy ounce berdasarkan Fibonacci Projection. Sedangkan resistance di level US$1.650 didasarkan pada berbagai analisis di luar negeri.
Di sisi lain, berdasarkan daily chart-nya, indikator Moving Average (MA)5 dan MA30 yang dikombinasikan dengan Bollinger Band, harga emas masih membentuk pola up trend. “Ini berlaku untuk jangka panjang,” ungkap Daru.
Karena itu, lanjutnya, jika level US$1.650 terpecahkan, emas bakal naik ke US$1.700. Sebab, secara historis, setelah US$1.500 ditembus, lalu mendapat resistance kuat di level US$1.565, emas langsung tembus ke US$1.600. “Jadi, pola untuk tembus US$1.700 juga akan sama,” paparnya.
Sementara itu, untuk level support emas berada di angka US$1.605 sebagai level reversal (balik arah) level 50% Fibonacci yang ditarik dari level terendah pada 22 Juli 2011 di level US$1.583 dan tertinggi US$1.622. Level support berikutnya US$1.600 dan jika ditembus US$1.585.
Menurutnya, setelah US$1.600, terbentuk Fibonacci Retracement 61,8% di level US$1.598,30 sebelum melemah ke US$1.585 yang merupakan level bottom tahanan setelah empat kali coba ditembus dan selalu kembali mental ke atas. “Level terlemahnya, US$1.583,” tuturnya.
Dalam situasi ini, Daru mengakui, untuk mendapatkan level rendah harga emas sangat sulit. Sebab, koreksi yang terjadi hanya minor. “Tapi, jika dilihat dari pergerakan harga intraday-nya, emas bisa dibeli di level US$1.598 per troy ounce atau di level US$1.585,” imbuhnya. [mdr]
Analis Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, meroketnya harga emas, masih didorong oleh carut marutnya masalah utang baik di Eropa maupun AS. Saat ini, menurutnya, pasar sedang fokus ke Washington di mana upaya AS untuk menghindari default (gagal bayar) justru memasuki masa kritis.
Pasalnya, lanjut Daru, proposal kenaikan pajak yang diajukan Presiden AS Barack Obama melalui Partai Demokrat, ditentang habis-habisan oleh Partai Republik. “Perdebatan sengit dua partai itu di Kongres menimbulkan tidak adanya tanda-tanda kesepakatan lebih lanjut,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (25/7).
Meski begitu, Daru menjelaskan, masing-masing pihak (baik Partai Demokrat maupun Partai Republik) tetap akan mencari cara agar AS terhindar dari default. “Tapi, pasar tetap pesimistis akan terjadinya kesepakatan yang akan diputuskan pada 2 Agustus 2011 itu,” ungkapnya.
Daru memperkirakan, pada akhirnya kedua partai mungkin akan sepakat. Tapi, untuk meraih kesepakatan tersebut tidak akan mulus karena akan ada pihak-pihak yang belum puas. “Karena itu, pasar terus mencari tempat investasi yang aman. Emas merupakan salah satu tempat investasi yang aman itu sebagai safe haven,” ujar Daru.
Sebab, di lain pihak, meski mata uang utama menguat, tapi tidak signifikan seperti emas. Apalagi, meski Uni Eropa sudah menyepakati paket bailout kedua untuk Yunani, pasar kembali ragu dan mempertimbangkan kembali soal detil paket bailout tersebut. “Pasar juga sudah mulai mempertanyakan langkah-langkah teknis untuk mengatasi penyebaran krisis utang,” ucapnya.
Pasar juga fokus pada bagaimana langkah-langkah itu bisa diterapkan. Di sisi lain, aksi pemboman oleh fundamentalis Kristen di Norwegia pada Jumat (22/7) yang menewaskan 93 orang dan melukai puluhan lainnya, juga telah meningkatkan risiko pasar di Eropa.
Kondisi itu, juga turut merusak stabilitas ekonomi Eropa sehingga menimbulkan kekhawatiran baru. Emas pun semakin diburu. Alhasil, Daru menegaskan, jika AS mengalami default (gagal bayar), harga emas bakal terus meroket ke level US$1.650-US$1.700 per troy ounce.
Untuk saat ini, target resistance emas di level US$1.622,49 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Senin (25/7). Penguatan berikutnya, ke level US$1.630 per troy ounce berdasarkan Fibonacci Projection. Sedangkan resistance di level US$1.650 didasarkan pada berbagai analisis di luar negeri.
Di sisi lain, berdasarkan daily chart-nya, indikator Moving Average (MA)5 dan MA30 yang dikombinasikan dengan Bollinger Band, harga emas masih membentuk pola up trend. “Ini berlaku untuk jangka panjang,” ungkap Daru.
Karena itu, lanjutnya, jika level US$1.650 terpecahkan, emas bakal naik ke US$1.700. Sebab, secara historis, setelah US$1.500 ditembus, lalu mendapat resistance kuat di level US$1.565, emas langsung tembus ke US$1.600. “Jadi, pola untuk tembus US$1.700 juga akan sama,” paparnya.
Sementara itu, untuk level support emas berada di angka US$1.605 sebagai level reversal (balik arah) level 50% Fibonacci yang ditarik dari level terendah pada 22 Juli 2011 di level US$1.583 dan tertinggi US$1.622. Level support berikutnya US$1.600 dan jika ditembus US$1.585.
Menurutnya, setelah US$1.600, terbentuk Fibonacci Retracement 61,8% di level US$1.598,30 sebelum melemah ke US$1.585 yang merupakan level bottom tahanan setelah empat kali coba ditembus dan selalu kembali mental ke atas. “Level terlemahnya, US$1.583,” tuturnya.
Dalam situasi ini, Daru mengakui, untuk mendapatkan level rendah harga emas sangat sulit. Sebab, koreksi yang terjadi hanya minor. “Tapi, jika dilihat dari pergerakan harga intraday-nya, emas bisa dibeli di level US$1.598 per troy ounce atau di level US$1.585,” imbuhnya. [mdr]
Labels:
Emas,
EMAS.,
FOREX.,
Gold Price Prediction,
SAHAM.,
Trading Emas
Tuesday, July 19, 2011
Gold Could Hit $1,700 by End of the Year: Analyst
Gold is likely to hit $1,650 an ounce by the end of the year and could even hit $1,700, according to one analyst.
Anthony Bradshaw | Getty Images |
"The continuing sovereign debt crisis in Europe, and in the U.S. there is the possibility of further stimulus, so all this generates an environment that is positive for gold," Ong Yi Ling, investment analyst at Phillip Futures told CNBC Monday.
Spot gold [XAU= 1609.41
6.01 (+0.37%)
] has had its longest winning streak in four decades, and it surged above $1,600 an ounce earlier Monday, rising for the second consecutive week as weak confidence in the global economic environment saw investors seek security.
Ong told CNBC that silver [XAG= 40.84
0.33 (+0.81%)
] could benefit from the rally in gold prices, despite many investors piling into the metal, only to see prices plummet back in May.
"A lot of investors got their fingers burnt when there was the huge fall in silver prices," Ong said. "Investors are understandably cautious and time is needed for them to come back to the market, but with gold prices traded near record highs investors will look towards an alternative and perhaps silver could be the natural choice."
Traditionally, the summer months tend to be a lull for gold as the monsoon season grips India—the largest consumer market for the precious metal—as a halt to weddings and festivals leads to weaker demand.
Ong advised any investors keen to hold gold to assess their risk profile before investing.
"Which instrument you choose, whether it's an ETF
or spot gold, really depends on your risk profile, if you want short-term fluctuations in gold prices and to play on that then perhaps spot gold or futures would be best but if you want to be longer-term player, an ETF could be a possible choice," she added.
source: www.cnbc.com
Labels:
EMAS.,
FOREX.,
Gold Price Prediction,
Miscellaneous Gold,
SAHAM.,
Trading Emas
Tuesday, July 12, 2011
Gold steady on weak U.S. data, Europe debt concerns
(Reuters) - Spot gold was steady on Monday, as the dimmed outlook for the U.S. economy and persistent worries about euro zone nations' debt problem supported sentiment.
FUNDAMENTALS
* U.S. gold was little changed at $1,542.80.
* Spot gold hit a two-week high of $1,544.14 earlier in the day, as sentiment continued to be encouraged by sluggish U.S. payrolls data on Friday that dampened hopes that the world's largest economy would recover quickly from a slowdown in the first half of the year.
* U.S. President Barack Obama met with leaders of both parties, seeking to break an impasse with Republicans on deficit reduction and avert a potentially catastrophic debt default.
* European Council President Herman Van Rompuy has called an emergency meeting of top officials dealing with the euro zone debt crisis for Monday morning, reflecting concern that the crisis could spread to Italy, the region's third largest economy.
* China's annual inflation accelerated to a three-year high in June, increasing the chances that the central bank will keep raising interest rates to tame price pressures that are spreading beyond food and energy.
* For the top stories on metals and other news, click <TOP/MTL>, <TOP/MACRO> or <GOL/>
MARKET NEWS
* U.S. stocks fell on Friday as a weak jobs report dashed optimism that the economy was emerging from a soft patch, leaving investors to hope earnings season would revive an appetite for buying. .N* The euro fell to fresh two-week lows versus the Swiss franc and U.S. dollar in Asia on Monday in the lead-up to the emergency meeting among European leaders.<USD/>
Labels:
Emas,
FOREX.,
SAHAM.,
Trading Emas
Monday, June 20, 2011
Emas Masih Berpotensi Tembus $1600 Per Troy Ons
setelah sekian lama tidak update blog ini, hehee.. saya mau update lagi ni mengenai prediksi harga emas ke depannya, semoga bermanfaat yaa..
Jakarta - Emas bergerak sideways selama beberapa minggu terakhir dan seakan tidak sanggup melanjutkan relinya yang sudah dimulai sejak awal tahun ini. Emas telah bergerak naik sebesar 11,14% dari awal tahun 2011.
Para pelaku pasar terlihat memang menunggu rapat kebijakan moneter Fed Bulan Juni ini dan menantikan apa kebijakan Fed selanjutnya setelah Fed menghentikan pelonggaran kuantitatif tahap II-nya yang sebesar $600 miliar itu. Sebagian pelaku pasar dan analis membuka kemungkinan Fed akan menerapkan pelonggaran kuantitatif tahap III dengan jumlah dana yang disuntikan lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Sebagian lagi memproyeksikan Fed akan memulai langkah keluar dari stimulus secara bertahap.
Pelonggaran kuantitatif dilakukan oleh Federal Reserve dengan maksud mendorong perbankan untuk meminjamkan uangnya ke dunia usaha sehingga dunia usaha dapat berekspansi kembali dan menggerakan perekonomian.
Dari grafik hariannya, harga emas memang terlihat telah menembus ke bawah garis tren naik. Ini menunjukkan kenaikan harga emas saat ini tertahan dan mulai memasuki periode konsolidasi. Bila kita menarik garis Fibonacci dari level tertinggi emas di $1576 per troy ons hingga level terendah di $1462 per troy ons, kita akan mendapati retracement area 61,8% nya di kisaran $1505 per troy ons yang bisa jadi merupakan target level koreksi harga emas selanjutnya.
Konsolidasi Emas bisa terjadi dalam kisaran $1505 - $1537 per troy ons paling tidak hingga keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS tanggal 22 Juni mendatang.
Bagaimana pergerakan emas pasca pengumuman keputusan monter Fed? Menurut pendapat kami, apapun hasil keputusan Fed, harga emas masih akan cenderung naik bahkan dapat menembus level $1600 per troy ons. Beberapa faktor fundamental yang mendorong kenaikan harga emas yaitu:
source: detikfinance.com
Jakarta - Emas bergerak sideways selama beberapa minggu terakhir dan seakan tidak sanggup melanjutkan relinya yang sudah dimulai sejak awal tahun ini. Emas telah bergerak naik sebesar 11,14% dari awal tahun 2011.
Para pelaku pasar terlihat memang menunggu rapat kebijakan moneter Fed Bulan Juni ini dan menantikan apa kebijakan Fed selanjutnya setelah Fed menghentikan pelonggaran kuantitatif tahap II-nya yang sebesar $600 miliar itu. Sebagian pelaku pasar dan analis membuka kemungkinan Fed akan menerapkan pelonggaran kuantitatif tahap III dengan jumlah dana yang disuntikan lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Sebagian lagi memproyeksikan Fed akan memulai langkah keluar dari stimulus secara bertahap.
Pelonggaran kuantitatif dilakukan oleh Federal Reserve dengan maksud mendorong perbankan untuk meminjamkan uangnya ke dunia usaha sehingga dunia usaha dapat berekspansi kembali dan menggerakan perekonomian.
Dari grafik hariannya, harga emas memang terlihat telah menembus ke bawah garis tren naik. Ini menunjukkan kenaikan harga emas saat ini tertahan dan mulai memasuki periode konsolidasi. Bila kita menarik garis Fibonacci dari level tertinggi emas di $1576 per troy ons hingga level terendah di $1462 per troy ons, kita akan mendapati retracement area 61,8% nya di kisaran $1505 per troy ons yang bisa jadi merupakan target level koreksi harga emas selanjutnya.
Konsolidasi Emas bisa terjadi dalam kisaran $1505 - $1537 per troy ons paling tidak hingga keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS tanggal 22 Juni mendatang.
Bagaimana pergerakan emas pasca pengumuman keputusan monter Fed? Menurut pendapat kami, apapun hasil keputusan Fed, harga emas masih akan cenderung naik bahkan dapat menembus level $1600 per troy ons. Beberapa faktor fundamental yang mendorong kenaikan harga emas yaitu:
- Dollar AS yang belum akan menguat secara konsisten karena masih belum pulihnya perekonomian AS ditambah dengan beban hutang dan defisit anggaran AS yang membesar. Rasio hutang AS terhadap GDP-nya sudah hampir 100%.
- Tingkat inflasi dunia yang cenderung naik. Emas sering dijadikan instrumen lindung nilai aset terhadap inflasi.
- Ketidakpastian penyelesaian krisis hutang di Eropa yang menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku pasar akan terjadinya resesi lanjutan di Eropa dan mungkin bisa berkembang ke negara lain.
- Permintaan Emas yang meningkat lebih tinggi dibandingkan produksi Emas. Menurut catatan World Gold Council (WGC), permintaan emas mengalami kenaikan 11% pada kuartal pertama 2011 dibandingkan dengan tingkat produksi emas yang malah turun 4% pada periode yang sama.
- Tren penambahan kepemilikan emas oleh bank-bank sentral dunia. Menurut WGC, pada Q1 2011, jumlah pembelian emas oleh bank sentral telah mencapai 129 ton. Jumlah ini lebih tinggi dari total pembelian emas bank sentral selama 2010.
source: detikfinance.com
Labels:
FOREX.,
Gold Price Prediction,
SAHAM.,
Trading Emas
Subscribe to:
Posts (Atom)




