Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

Friday, January 4, 2013

The Fed Sinyalkan Akhiri Pembelian Obligasi


Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, memberi sinyal akan menghentikan program pembelian surat utang atau obligasi di akhir tahun 2013 ini. Hal itu langsung direspon negatif oleh pasar global.
Dalam notulensi (minutes) the Fed yang baru diumumkan kemarin dinyatakan bahwa injeksi likuiditas sudah cukup untuk menggerakkan harga aset di pasar keuangan (financial asset inflation). The Fed akan mengakhiri pembelian obligasi senilai 85 miliar dollar AS pada tahun 2013 ini. Itu dilakukan setelah dalam empat tahun terakhir The Fed terus menjaga suku bunga rendah mendekati 0 persen melalui kebijakan injeksi likuiditas (quantitave easing) dan membawa tingkat pengangguran ke 7,7 persen.
Notulensi tersebut juga menyebutkan bahwa ada perbedaan suara dalam the Fed mengenai kemungkinan tersebut. Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, sebagian masih melihat the Fed perlu untuk terus mengintervensi sistem keuangan di AS. Investor juga masih mengkhawatirkan 'pertempuran' paket kebijakan pemangkasan anggaran dan masalah debt limit pada pertengahan Februari mendatang. Pemerintah AS mengajukan kenaikan debt limit menjadi 16,4 triliun dollar AS.

Tuesday, November 6, 2012

Jelang Hasil Pemilu AS, Harga Emas Merayap Tipis

Harga emas bergerak naik meski investor tengah mencemaskan mengenai hasil pemilu presiden AS hari ini (06/11). Tindakan wait and see investor turut membatasi gain emas.


 
Harga emas di $1,686.60 per troy ons, naik 0.1% dari level penutupan. Berdasarkan analisa teknikal, emas harus bertahan di atas level $1,670-1,680/ons untuk menghindari koreksi lebih dalam. Perdagangan emas terbatas menjelang hasil pemilu AS. Harga emas diprediksi akan merosot jika kandidat partai Republik, Mitt Romney berhasil menjegal Obama. Romney berjanji akan mencopot pimpinan Fed, Ben Bernanke jika ia memenangkan pemilu, jelas analis.

Friday, November 2, 2012

Indonesia-Inggris Tingkatkan Kerja Sama

Pemerintah Indonesia dan Inggris sepakat memperkuat kerja sama dalam bidang energi. Untuk itu, Pemerintah Indonesia mendorong perusahaan-perusahaan migas asal Inggris agar menambah investasi di Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, dalam siaran pers yang diterima Kompas, Jumat (2/11/2012), di Jakarta.
Menteri ESDM Jero Wacik saat ini sedang mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kenegaraan di London, Inggris. Salah satu bidang yang dibahas dalam kunjungan kenegaraan ini adalah sektor energi.

Mendahului kunjungan kenegaraan itu, dialog energi Indonesia-Inggris pertama telah dilaksanakan pada 29-30 Oktober 2012. Acara itu merupakan forum tukar-menukar informasi di bidang minyak dan gas bumi, kelistrikan, mineral dan batubara, teknologi ramah lingkungan, serta perencanaan energi.

Dalam pertemuan tersebut dihasilkan beberapa kesepakatan, di antaranya adalah kesepakatan kerja sama dalam bidang energy modeling, carbon capture and storage project (CCS), dan laboratorium energi masa depan.
Dalam pertemuan itu juga dibahas konsep Joint of Arrangement (JoA) on Energy antara Indonesia dan Inggris yang ditandatangani pada Kamis kemarin.
JoA on Energy itu fokus kepada isu-isu energi yang spesifik dan identifikasi peningkatkan kerja sama kedua negara serta disepakati untuk melaksanakan pertemuan rutin minimal dua tahun sekali.

Kunjungan Menteri ESDM Jero Wacik juga bertujuan meyakinkan BP agar berinvestasi 12 miliar dollar AS dalam pembangunan Kilang Train-3 Lapangan Tangguh dan Premier Oil yang akan berinvestasi 700 juta dollar AS di Indonesia.

Monday, October 22, 2012

Bursa Indonesia Merah

Dalam volume perdagangan yang moderat, bursa Indonesia bergerak lemah dan turun 0.2% ke 4321.111. Pelemahan IHSG menguntit kinerja sebagian besar pasar Asia setelah hari Jumat (19/10) bursa Asia ditutup negatif, jelas trader. 
Level supprt indeks utama di 4280. "Aksi jual yang terjadi pada sebagia besar saham berbasis komoditi dan konsumen menyeret pelamahan indeks utama lebih dalam, jelas trader di perusahaan sekuritas lokal. Diantara saham yang terpuruk di lantai bursa, saham perusahaan nikel Vale Indonesia (INCO.JK) turun 2.8% ke IDR2,600 dikarenakan merosotnya harga nikel dan produsen barang-barang konsumen diantaranya Unilever (UNVR.JK) yang turun 0.8% ke IDR25,800 akibat profit-taking.

Emas Turun Tajam Pada Hari Jumat

Emas terperosok lebih dari satu persen pada hari Jumat, ini merupakan penurunan harian terbesar dalam lebih dari tiga bulan, menembus level jual teknikal dan turun tajamnnya pasar ekuitas AS yang memperbaharui ketidakpastian ekonomi. Bullion sempat menembus kebawah area support kunci moving average 50-hari. Anjloknya Emas telah menghapus penguatan emas akhir-akhir ini setelah setelah Federal 

Reserve pada awal September meluncurkan putaran ketiga pelonggaran kuantitatif untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi. “Orang-rang yang menginginkan Quantitative Easing mengharapkan terjadinya kenaikan yang signifikan untuk keluar dari pasar,” kata Frank McGhee, kepala pedagang logam mulia di Integrated Brokerage Services LLC.” Semakin lama kita tidak membuat harga tertinggi baru, maka banyak orang-orang yang mulai kebingungan tentang kemana arah perdagangan emas,” kata McGhee.

Wednesday, October 17, 2012

Laba Emiten Perkuat Bursa Asia

Pada perdagangan hari Rabu (17/10) hampir semua bursa utama Asia regional melanjutkan penguatan hari ini terutama berkat meningkatnya sentimen positif para investor setelah bursa Wall Street kembali rally. 
Bursa Wall Street kembali meraup gain setelah sejumlah perusahaan besar di Amerika melaporkan kuatnya pendapatan mereka. Saham sektor keuangan dan perbankan di Asia hari ini melanjutkan rebound setelah Goldman Sachs melaporkan laba kuartal III di atas ekspektasi hampir dua kali lipatnya. Sebelumnya saham sektor keuangan juga telah menguat setelah Citigroup Inc’s melaporkan laba kuartal III di atas ekspektasi. 

Sementara meningkatnya angka penjualan ritel AS, masih memberikan angin segar bagi investor karena data itu telah meredakan kekhawatiran pasar terhadap merosotnya permintaan (demand) yang bisa mengikis eksport. Dan fokus pasar kini tertuju pada data pertumbuhan GDP China serta KTT Uni Eropa yang akan di rilis hari Kamis besok.

Sejumlah pasar di Asia hari ini menguat, dipimpin oleh indeks Nikkei – Jepang yang menguat 1,4%. Sedangkan indeks Hang Seng - Hong Kong naik 1%, kospi - Korea Selatan (Korsel) rally 1,2%, dan Indeks Komposit Shanghai meningkat 0,3%.
 
Debat calon presiden AS antara incumbent Barack Obama dan capres dari Partai Republik, akan diamati oleh para investor, karena debat tersebut bisa mempengaruhi sikap Bank Sentral AS - the Fed, serta kebijakan lainnya terkait kinerja korporasi.

Saham Blue Chip Diburu

Kospi ditutup naik 0.7% di 257.30. Saham blue chip yang terus diburu investor memberi kontribusi bagi penguatan bursa dan juga menjelang rilis earnings Q3 perusahaan besar pekan depan, ujar Eric Lee, analis Woori Investment & Securities. 





Diantara saham yang berhasil mencetak gain, diantaranya :

Samsung Heavy Industries +4.5% ke KRW34,800 

SK Innovation +3.3% ke KRW159,000 

LG Display +3.0% ke KRW29,200



Institusi dan asing menjadi pembeli utama saham lokal senilai KRW155 miliar ($140 juta). Namun beberapa saham juga dirugikan oleh profit taking, diantaranya Shinsegae Co. -5.2% ke KRW200,500.

Sambutlah Macan Ekonomi Baru Dunia!

Dunia ekonomi sepertinya harus mengubah susunan anggota BRIC menjadi BRIIC, dengan memasukkan satu negara baru di dalamnya.
 
Dalam lima tahun terakhir, muncul empat kekuatan ekonomi baru yang lazim disingkat dengan kata BRIC, yang terdiri dari Brazil, Rusia, India dan China. Namun harapan terhadap sumbangsih dari keempat negara itu kian memudar dalam satu tahun terakhir akibat isu perlambatan ekonomi. BRIC tadinya diperkirakan mampu memotori pertumbuhan ekonomi dunia di tengah penurunan gairah bisnis di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan Jepang. Namun sayangnya, mereka juga mengalami masalah serupa akibat penurunan kinerja ekspor maupun masalah fiskal dan moneter.

Kini harapan besar digantungkan pada negara berkembang yang mampu bertahan menghadapi gejolak ekonomi global. Adalah Indonesia yang sejauh ini mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya saat negara-negara lain justru terperosok ke dalam krisis. Indonesia membuktikan diri sebagai negara dengan kinerja ekonomi impresif berkat kenaikan jumlah warga golongan menengah dan konsumsi domestik yang solid. Investor dan pengamat ekonomi bahkan sudah menganggap negara ini ideal untuk dijadikan lokasi penanaman modal.
 
Ya, sektor konsumsi dalam negeri memang menjadi senjata utama Indonesia untuk mempercepat laju ekonomi. Daya beli masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga banyak perusahaan internasional memasukkan wilayah nusantara dalam agenda ekspansinya. "Konsumen telah menambah nilai ekonomi karena mereka sekarang mampu membeli produk rumah tangga, seperti sabun dan deterjen, dengan harga mahal," puji Bharat Joshi, Asisten Manajer Investasi perusahaan Aberdeen, yang mengelola dana investasi di Indonesia sekitar $500 juta. Joshi menambahkan bahwa kinerja pendapatan emiten terkerek naik oleh membaiknya upah atau gaji masyarakat.

Sejak dihantam krisis di era 1990-an, perekonomian negara di Asia Tenggara ini terus melaju hingga sekarang. Indikasi itu tampak jelas jika mengacu pada performa bursa sahamnya, yang konsisten naik dari tahun ke tahun. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan terus menguntit kinerja indeks S&P 500 Amerika Serikat dalam dua tahun belakangan. Kenaikan IHSG sebanyak 19% hanya berbeda tipis dengan perolehan S&P dalam periode yang sama, yaitu 20%.

Rahasia di balik pertumbuhan Indonesia adalah perluasan daerah ekonomi di dalam negeri. Kalau negara ini hanya bertumpu pada kinerja ekspor, nasibnya mungkin tidak akan berbeda dengan Jepang atau Australia, yang ikut terseret oleh krisis ekonomi di Amerika dan Eropa. Pertambahan jumlah golongan kelas menengah berdampak bagus karena hasil produksi barang dan jasa bisa terserap dengan baik dalam skala domestik. Tingkat kesejahteraan masyarakat relatif membaik karena titik-titik aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat di kota-kota besar seperti dulu, namun makin merata ke berbagai penjuru pulau. Artinya, perputaran uang tidak lagi di area yang sama seiring gairah ekspansi bisnis dan usaha kecil. Kelihaian pemerintah pusat dalam menangani inflasi juga patut diapresiasi. Otoritas cukup fasih menyeimbangkan stabilitas harga meski laju pertumbuhan domestik tahunan berkisar di level 6% dalam dua tahun terakhir.
Salah satu lembaga penasihat bisnis dunia, McKinsey & Co., memprediksi bahwa Indonesia akan jadi negara perekonomian terbesar ke-7 dunia di tahun 2030 (sekarang di peringkat 16). Predikat itu akan dibarengi dengan kenaikan jumlah warga kelas menengah sebanyak 90 juta orang atau dua kali lipat dibanding jumlah saat ini yang baru sebesar 45 juta orang.
Secara sektoral, lini yang paling berperan dalam kemajuan pasar modal Indonesia adalah komoditas dan sumber daya. Sebagian besar perusahaan publik yang terdaftar di bursa efek memiliki bisnis inti di kedua sektor tersebut. Selain terkenal sebagai produsen batubara terbesar sejagad, negara ini juga merupakan penghasil minyak kelapa sawit yang paling berpengaruh. Oleh karena itu, pasar saham sangat diuntungkan oleh pertumbuhan bisnis dan industri di negara-negara importir. Tingkat pendapatan emiten dipastikan positif selama wilayah mitra dagang giat membangun infrastruktur dan membutuhkan bahan baku yang hanya ada di Indonesia. Sisi buruknya tentu juga tidak kecil karena ketergantungan pada sektor komoditas bisa menyebabkan penurunan jumlah pemasukan saat kondisi makroekonomi sedang lesu. Situasi seperti inilah yang tengah dihadapi Australia sekarang pasca booming sektor komoditi satu-dua tahun lalu.

Adapun sektor yang dianggap masih mampu meraup laba secara konsisten adalah perbankan dan produk konsumen. Sementara perusahaan otomotif seperti Astra diperkirakan kembali diuntungkan oleh lonjakan jumlah warga golongan mampu. Demikian pula dengan Unilever, yang varian produknya menembus berbagai lapisan konsumen. Bagi investor asing yang ingin mengakses pasar modal Indonesia dengan lebih mudah, bisa menggunakan produk ETF atau Exchange Traded Funds. Dua ETF utama yang ditraksaksikan adalah Market Vectors Indonesia Index ETF (IDX) dan iShares MSCI Indonesia Investable Market Index Fund (EIDO). Return-nya cukup bagus meski tidak seapik imbal hasil indeks saham gabungan sepanjang tahun ini.

Walaupun prospek ekonomi Indonesia sangat cerah, bukan berarti tidak ada tantangan yang harus dihadapi. Pemodal asing mengeluhkan kurangnya komitmen pemerintah terhadap reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi. Sementara perusahaan publik juga belum memperlihatkan good corporate governance sebagaimana sudah diimplementasikan dengan baik di negara-negara barat. Introspeksi pemerintah dan pelaku bisnis merupakan suatu hal yang wajib supaya arus modal masuk dapat makin deras di tengah krisis keuangan global.

Emas Kembali Menguat

Emas naik pada hari Selasa setelah dua sesi sebelumnya turun tajam, terangakat oleh penurunan dollar dan setelah dirilisnya data indeks konsumennya naik namun itu semua terlihat tidak mungkin mengagalkan rencana kebijakan  Federal Reserve. Harga Logam terpantul dari level terendah dalam satu bulan pada hari Senin, setelah Departemen Tenaga Kerja AS  mengatakan indeks harga konsumen (CPI) naik menjadi 0.6 persen di bulan 

September. Keuntungan yang solid di ekuitas AS juga didukung Emas.
Emas telah reli sebanyak $ 200 dalam dua bulan terakhir karena adanya harapan bahwa stimulus moneter Fed mungkin akan memicu inflasi.“Dari sudut pandang inflasi, fakta bahwa CPI sejalan dengan Fed yang memberikan ruang untuk terus adanya pelonggaran kuantitatif,” kata Adam Sarhan, CEO Sarhan Capital.

Tuesday, October 16, 2012

Tingkat Inflasi Konsumen Inggris Anjlok Ke Level Rendah 3 Tahun


Tingkat inflasi Inggris anjlok ke level terendah dalam hampir selama 3 tahun di bulan September tertekan oleh kenaikan tajam harga bensin dan listrik setahun sebelumnya, menurut data resmi, namun tingkat harga produsen naik dalam laju paling cepat. Inflasi tingkat harga konsumen mungkin akan kembali menguat dalam beberapa bulan kedepan seiring 4 perusahaan penyedia energi terbesar Inggris telah mengumumkan harga akan naik sekitar 6 hingga 9 persen. Bank of England dan pemerintah telah berharap bahwa turunnya tingkat inflasi akan mengurangi tekanan pada anggaran Inggris dan memperbolehkan mereka untuk berbelanja lebih dan mendukung perekonomianan yang rapuh.

Menurut data dari Office for National Statistics pada hari Selasa inflasi harga tingkat konsumen berada pada tingkat 2.2% bulan lalu sesuai perkiraan, level terendah sejak November 2009, dan dibandingkan dengan 2.5% di bulan Agustus. Data terpisah menunjukkan bahwa inflasi tingkat produsen bertambah menjadi 2.5% untuk tingkat tahunan dibandingkan perkiraan ekonom sebesar 2.2%.

Monday, October 15, 2012

Review Market Hari Ini



Euro melemah terhadap sebagian besar komoditas jatuh karena kekhawatiran bahwa ekonomi global melemah mengimbangi laporan data Ekspor China yang lebih baik dari perkiraan.

The Standard & Poor menghitung data Raw Material (bahan baku) turun 0,6 persen ke level terendah dalam seminggu. Euro melemah 0,3 persen menjadi $ 1,2910. Sementara Dollar Index naik 0,3 persen pada kenaikan pertama dalam empat hari terakhir.


Dikatakan, perekonomian sudah mendekati resesi, hal ini menambah keprihatinan yang kemudian diangkat pada pertemuan IMF minggu lalu.
Data Ekspor China tumbuh lebih dari yang diprediksikan bulan lalu,  sementara data data Impor Eropa turun dalam waktu 4 bulan berturut-turut.
"Situasi Eropa terus menyeret ekonomi Global menuju penurunan," kata Kiyoshi Ishigane, strategist di Tokyo berbasis di Mitsubishi UFJ Asset Management Co, yang mengawasi sekitar $ 70 miliar. "Bahkan data yang cukup baik di Cina tidak berdampak Positif terhadap perekonomian Zona Eropa.”

Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu di Brussels pada 18-19 Oktober dalam rangka membahas bantuan baru bagi Yunani serta masalah Bailout Spanyol.
China juga melaporkan bahwa Money Supply mereka bertambah dari sebelumnya, naik sebanyak 14,8 persen dari bulan lalu. Perekonomian China juga tumbuh 7,4 persen pada bulan September.

Minyak turun menjadi $91,09 per barel setelah Iran menegaskan tawaran untuk menunda produksi dalam negeri, sebelum para pemimpin Eropa bertemu untuk membahas sanksi lebih ketat mengenai masalah Teluk Persia. Iran siap mengadakan pembicaraan tentang program nuklirnya dengan imbalan jaminan ketersediaan bahan dari 20% uranium untuk Reaktor Riset Taheran.

Saham Asia jatuh sebanyak 0,3 persen yang dipimpin oleh Softbank Corp (9984) yang merupakan perusahaan ponsel terbesar di jepang, turun sebanyak 8,1 persen, memperpanjang penurunan 17 persen pada 12 Oktober.
Sementara produsen peralatan telepon terbesar di China, ZTE Corp jatuh dalam waktu 4 tahun selama perdagangan Hong Kong setelah perusahaan mengatakan akan membukukan jumlah kerugian pada kuartal ketiga. ZTE turun sebanyak 17,2 persen. Sementara Honda Motor Co dan Toyota Motor Corp naik sekitar 2 persen.

Greenback menguat terhadap sebagian besar rival utama. Prediksi data Retail Sales yang positif pada peningkatan permintaan mobil membuat Dollar menguat hari ini.

Euro tergelincir setelah ZEC economic sentiment memberikan ekspektasi investor German turun ke -14,9 dari sebelumnya -18,2 di bulan September.
Sementara Dollar Australia turun 0,1% menjadi $1,022.

Data Ekspor meningkat, Ekonomi China Stabil.



Ekspor Cina dan jumlah uang yang beredar tumbuh lebih besar dari yang diperkirakan pada bulan September, menandakan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia menjadi lebih stabil setelah mengalami penurunan yang dimulai pada kuartal pertama tahun 2011.

 
Ekspor China meningkat 9,9 persen dari tahun sebelumnya, jumlah ini lebih besar dari prediksi sebelumnya yakni 5.5 %. Sementara jumlah uang yang beredar (Money Supply) naik menjadi 14,8 persen, merupakan laju tercepat sejak Juni 2011.

"Pertumbuhan ekspor yang lebih baik dari perkiraan kemungkinan untuk membantu kerja dukungan dan mengurangi tekanan untuk kebijakan yang lebih meringankan menjelang transisi kepemimpinan," kata Chang Jian, seorang ekonom berbasis di Hong Kong di Barclays Plc. "Pelonggaran moneter telah dibatasi oleh kekhawatiran tentang rebound harga properti dan jangka menengah risiko inflasi."

Tidak adanya stimulus "besar" fiskal juga menunjukkan kekhawatiran tentang meningkatnya utang pemerintah, non-performing bank kredit, dan investasi tidak efisien.

Friday, October 12, 2012

10 Negara dengan jumlah Cadangan Emas Terbesar



Harga emas melonjak setelah FOMC mengumumkan pelonggaran kuantitatif terbatas di bulan September lalu.
Menurut World Gold Council (WGC), bank sentral global membeli 157,5 ton emas pada kuartal kedua, jumlah ini naik 63% per kuartal dan naik 137,9 per tahun.
Disini saya telah menyusun daftar Negara-negara dengan kepemilikan emas terbesar yang secara resmi telah dilansir oleh WCG. Perhitungan ini di ambil dari persentase cadangan emas terhadap cadangan devisa negara-negara tersebut.
Dimulai dari peringkat terkecil terlebih dahulu, let’s check this out….


# 10 India
Kepemilikan emas Resmi:   557,7 ton
Persen
tase dari cadangan devisa dalam bentuk emas:   9,9%
Reserve Bank of India
telah dikenal sebagai  pembeli emas IMF dan menganggap emas sebagai investasi yang aman. Akan tetapi belum ada berita bahwa Bank of India akan menambah cadangan emas mereka.

# 9 Belanda
Kepemilikan emas Resmi:   612,5 ton
Persen
tase dari cadangan devisa dalam bentuk emas:   60,7%
Pada tahun 1999, Belanda mengumumkan Perjanjian Emas Bank Sentral (CBGA1) mengatakan bahwa mereka akan menjual 300 ton emas selama lima tahun, tetapi hanya berhasil menjual 235 ton.
Hal ini bisa menjadi indicator bahwa Belanda sendiri mengakui bahwa emas adalah komoditi yang Aman untuk dijadikan cadangan Devisa bagi negaranya.

# 8 Jepang

Kepemilikan emas Resmi: 765,2 ton
Persen
tase dari cadangan devisa dalam bentuk emas:   3,1%
Cadangan emas Jepang
hanya 6 ton pada tahun 1950, dan bank sentral yang terdaftar pada saat itu menambahkan jumlah kepemilikan emas mereka menjadi lebih besar di tahun 1959, dengan pembelian yang meningkat sebanyak 169 ton dari tahun sebelumnya.
Pada tahun 2011, Bank of Japan menjual emas untuk memompa 20
triliun ¥  aliran dana ke dalam perekonomian untuk menenangkan para investor setelah bencana tsunami dan nuklir.

# 7 Rusia
Kepemilikan emas Resmi:   936,7 ton
Persen
tase dari cadangan devisa dalam bentuk emas:   9,6%
Rusia telah membangun cadangan emasnya sejak tahun 2006 untuk diversifikasi
sebagai cadangan mata uang asing, dan untuk membantu membangun rubel sebagai mata uang cadangan internasional. Bank sentral biasanya membeli emas dari pasar domestik dan pembelian meningkat pada bulan September.

# 6 Swiss

Kepemilikan emas Resmi:   1,040.1 ton
Persen
tase dari cadangan devisa dalam bentuk emas:   12,1%
Pada tahun 1997 terdapat pe
rmintaan untuk menjual sebagian dari cadangan emas negara itu karena mereka menganggap bahwa emas tidak lagi dianggap sebagai alat yang diperlukan untuk kebijakan moneter Negara mereka, menurut World Gold Council. Berarti sebelumnya Swiss punya lebih banyak cadangan devisa yaa..

1.300 ton
emas mereka dianggap menguntungkan dan negara mulai menjual ini pada Mei 2000. 1.170 ton dijual di bawah CBGA1, dan 130 ton yang dijual di bawah CBGA2. Swiss telah mengumumkan tidak berencana untuk menjual emas di bawah CBGA 3

 
# 5 Cina
Kepemilikan emas Resmi:  1,054.1 ton
Persen
tase dari cadangan devisa dalam bentuk emas:   1,7%
Meskipun jumlah cadangan emas di China termasuk cukup besar, akan tetapi jumlah Emas tersebut masih terhitung kecil dibandingkan dengan cadangan Devisa China yang sebesar $ 3.2 triliun, jika nilai ini dibandingkan dengan jumlah global cadangan emas di Dunia, maka porsi cadangan di China sekitar 10%.
Membangun cadangan emas akan sangat penting ke China ketika akan bergerak untuk internasionalisasi mata uangnya
.

# 4 France

Kepemilikan emas Resmi:  2,435.4 ton
Persen
tase dari cadangan devisa dalam bentuk emas:   71,7%
Perancis menjual 572 ton emas di bawah CBGA 2. Dan di luar perjanjian Perancis
yang ditransfer sekitar 17 ton kepada Bank for International Settlements pada tahun 2004-an sebagai bagian dari pembelian saham BIS. Perancis mengumumkan tidak ada rencana untuk penjualan cadangan emas di bawah CBGA3.

# 3 Italia
Kepemilikan emas Resmi:  2,451.8 ton
Persen
tase dari cadangan devisa dalam bentuk emas:  71,2%
Italia
diketahui tidak menjual emas di CBGA 1 atau 2 dan telah mengumumkan tidak ada penjualan di bawah CBGA3. Namun pada tahun 2011, bank-bank Italia sedang mencari untuk Bank of Italy untuk membeli emas dan meningkatkan neraca mereka menjelang tes stres.

# 2 Jerman
Kepemilikan emas Resmi:  3,395.5 ton
Persen dari cadangan devisa dalam bentuk emas:
  72,3%
Jerman menjual emas
pada CBGA 1 dan 2 untuk keperluan pencetakan koin emas peringatan. Pada tahun pertama CBGA3 (2008 - 2009), Bundesbank terjual sekitar 6 ton, dan telah menjual 4,7 ton emas sejak September 7, 2011. Jerman menolak untuk memiliki kepemilikan emas dengan alasan meningkatkan EFSF.

 
 # 1 Amerika Serikat
Kepemilikan emas Resmi:   8,133.5 ton
Persen
tase dari cadangan devisa dalam bentuk emas:  75,4%
AS memiliki cadangan emas terbesar yang dalam hal volume pada tahun 1952, ketika cadangan mencapai 20.663 ton. Holdings pertama jatuh di bawah angka 10
.000 di tahun 1968.