Tuesday, July 19, 2011

Franc Swiss, Mata Uang Termahal Di Dunia

Bahkan setelah mendorong Franc Swiss menjadi mata uang utama termahal, para trader tetap bertaruh bahwa apresiasi mata uang ini masih akan berlanjut di tengah mulai menyebarnya krisis hutang Uni Eropa ke perekonomian yang lebih besar.
Franc melesat ke level rekor terhadap Dollar, Euro dan juga Pound seiring yield obligasi Italia dan Spanyol melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah Uni Eropa, yang mensinyalkan besarnya kekhawatiran bahwa Uni Eropa mungkin akan gagal mengatasi krisis yang telah memaksa Yunani, Portugal dan Irlandia untuk mencari dana talangan keuangan.
"Franc Swiss nampak seperti akan menuju level paritas terhadap Euro," kata John Taylor, pendiri FX Concepts LLC, hedge fund forex terbesar dunia, di New York. "Uni Eropa masih belum menemukan sebuah solusi yang nyata, apa yang telah dilakukan hanya akan berdampak sementara. Dan Franc berpotensi menuai masalah dalam jangka panjang jika dana terus mengalir ke negara itu."
Franc menjadi favorit para pedagang dikarenakan Swiss memiliki current-account yang surplus serta tingkat perdagangan yang luas, yang berarti negara tidak perlu bergantung pada aliran modal asing untuk membiayai defisit perdagangan seperti yang dilakukan AS. Perekonomian Swiss juga terbantu oleh kedekatan hubungan bilateral dengan Jerman, yang membeli sekitar 20% komoditas ekspor Swiss, ditambah tingkat pengangguran yang hanya 3% jika dibandingkan dengan 9,9% pada 17 negara zona Euro.
"Franc akan tetap menjadi mata uang yang kuat untuk waktu yang sangat lama mengingat krisis hutang di Eropa nampaknya belum akan terselesaikan dalam waktu dekat," kata Sebastien Galy, analis forex senior pada Societe Generale SA di London.

No comments:

Post a Comment